Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 2 Juli 2017 | 09:13 WIB
  • 2-7-2001: AbioCor, Jantung Buatan Penyelamat Pasien

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
2-7-2001: AbioCor, Jantung Buatan Penyelamat Pasien
Photo :
  • www.telegraph.co.uk/Dominic Lipinski
Jantung buatan AbioCor

VIVA.co.id – 16 tahun lalu, sebuah operasi pemasangan jantung buatan mandiri pertama kali dilakukan pada Robert Tools, seorang pensiunan yang dua tahun mengalami gagal jantung kongestif. 

Jantung buatan yang menggantikan organ Tools itu merupakan proyek yang dikembangkan oleh AbioMed, perusahaan yang berbasis Massachusetts, Amerika Serikat. 

Dikutip dari Telegraph, Minggu 2 Juli 2017, jantung buatan tersebut dinamakan AbioCor Artificial Heart. Jantung ini bekerja secara mandiri dan terpasang sepenuhnya di dalam tubuh pasien tersebut. 

AbioCor berbeda dengan proyek pemasangan jantung buatan sebelumnya. Jantung buatan AbioCor menjalankan sumber daya dengan pengisian ulang. Baterai internalnya diisi dengan sistem transcutaneous energy transmission (TET).

Sistem ini tak mensyaratkan adanya kabel atau tabung yang menembus kulit. Tanpa kabel dan tabung, maka pemasangan jantung buatan ini meminimalkan risiko infeksi dalam tubuh pasien. 

Saat pertama kali dipasang, AbioCor mampu memperpanjang hidup Tools. Tercatat pensiunan itu bisa hidup dengan AbioCor selama 151 hari sebelum dia mengalami petaka pada pembuluh darah dan otak jantungnya. Dia akhirnya meninggal.

Setelah dipakai dan sukses ditanamkan pada Tools, AbioCor makin banyak dipakai oleh pasien. Tercatat jantung buatan itu telah ditanamkan dalam operasi pada total 15 pasien. 

Pasien kedua yang memakai AbioCor yakni Tom Christerson, yang bisa bertahan hidup selama 512 hari setelah mendapatkan jantung buatan tersebut. Christerson meninggal pada 7 Februari 2003 karena menonaktifkan membran internal AbioCor. 

Meninggalnya Christerson tak menyurutkan pemasangan jantung buatan itu pada pasien lainnya. Setelahnya ada 12 pasien yang menanamkan AbioCor dalam tubuh mereka pada 2004. Hasilnya secara umum hidup pasien makin lama, antara kurang dari lima bulan pada 14 pasien tersebut. 

Dalam beberapa kasus, AbioCor malah memperpanjang hidup pasien sampai beberapa bulan. Bahkan ada pasien yang bisa bertahan hidup hingga 10 sampai 17 bulan, sehingga mereka bisa menghabiskan momen sisa hidupnya bersama orang tersayang. 

Perjalanan AbioCor cukup panjang. AbioMed sudah mengembangkan AbioCor sejak 1990-an, dimulai dengan studi awal pada binatang pada 1998. 

Pengujian pada binatang itu sebagai titik tolak kesiapan untuk uji klinis formal pada manusia.

Pada 30 Januari 2001, Badan obat dan makanan AS, Food and Drug Administration memberi lampu hijau kepada AbioMed untuk menggunakan jantung buatan itu sebagai implan pada manusia melalui uji klinis. Ini membuka pintu pemasangan pada Tools. 

Untuk bisa diadopsi secara luas, AbioCor juga menemui tantangan. Sempat ditolak oleh Food and Drug Administration Circulatory System Devices Panel pada 2005, untuk izin Humanitarian Device Exemption (HDE), tapi akhirnya AbioCor disetujui Food and Drug Administration pada 5 September 2006.  

Pada Agustus 2012, peneliti dan pengembang AbioCor, David Lederman meninggal karena kanker pankreas. Mengingat peran pentingnya, Majalah Time menetapkan AbioCor sebagai salah satu penemuan terbesar Abad 21 pada akhir 2001. (ase)