Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 4 Juli 2017 | 06:50 WIB
  • 4-7-1998: Melalui Pesawat Nozomi, Jepang Menuju ke Mars

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
4-7-1998: Melalui Pesawat Nozomi, Jepang Menuju ke Mars
Photo :
  • JAXA
Ilustrasi pesawat antariksa Nozomi milik Jepang

VIVA.co.id – Sebagai pendatang baru dalam misi eksplorasi luar angkasa, Jepang tak mau dipandang sebelah mata. Pada 4 Juli 1998, Badan Antariksa Jepang (JAXA) meluncurkan pesawat luar angkasa Nozomi dari Kagoshima Launch Centre, Jepang. Pesawat Nozomi bukan sembarang wahana. Pesawat ini merupakan penjelajah pertama Jepang.

Pesawat ini menjalankan misi meneliti interaksi atmosfer terluar Planet Mars dengan angin Matahari. Wahana itu mengamati medan magnetik Mars serta mengamati permukaan Mars. 

Dikutip situs JAXA, Senin 3 Juli 2017, peluncuran pesawat Nozomi yang berarti 'Harapan' itu menjadikan Jepang sejajar dengan negara besar dalam misi ke Planet Mars. Dengan peluncuran itu, Jepang menjadi negara ketiga di dunia yang meluncurkan misi mencapai Planet Merah, setelah Rusia dan Amerika Serikat. 

Pesawat Nozomi menunjukkan tanda-tanda keberhasilan menuju Planet Mars. Pada 24 Agustus dan 8 Desember 1998, wahana itu berhasil dua kali mengubah jalur penerbangan ke Bulan. 

Kemudian, pada 20 Desember 1998, Nozomi mengubah jalur penerbangannya lagi menggunakan tarikan gravitasi dengan benda angkasa pada jarak terdekat dari Bumi, yakni 1000 kilometer. Namun upaya itu tak berlanjut mulus, sebab katup dorong rusak pada pesawat itu membuat Nozomi tak cukup melahirkan dorongan. 

Konsekuensi dari perubahan jalur penerbangan itu, konsumsi bahan bakar Nozomi menjadi berlebihan dan membuat wahana tak cukup untuk masuk ke penjelajahan orbit sekitar Planet Mars.

JAXA kemudian mencoba cara agar Nozomi bisa masuk mendekat Mars. Pada Desember 2002 dan Juni 2003, Nozomi mengubah jalur penerbangan untuk bisa masuk ke orbit menuju Mars. 

Pada April 2003, terjadi kegagalan sistem kendali termal dan komunikasi pada Nozomi. Kegagalan itu tak bisa diatasi oleh peneliti Jepang.  

JAXA realistis dengan kondisi itu dan menunda waktu target Nozomi masuk ke wilayah Mars. Jepang menunda misi masuk Mars dari Oktober 1999 sampai Januari 2004. 

Akhirnya, untuk mencegah Nozomi menabrak permukaan Mars, tim misi mengubah penerbangan Nozomi pada 9 Desember 2003, tak lagi menuju ke Mars. Tim misi kemudian mengarahkan Nozomi untuk terbang selamanya di orbit yang mengelilingi Matahari di dekat Planet Mars.

Meskipun gagal masuk ke lingkungan dekat Mars, Nozomi telah memberikan beberapa data berharga dalam pengamatan luar angkasa. Di antaranya, pengukuran cahaya alfa hidrogen Lyman pada ruang antarplanet.  (ase)