Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 16 Juli 2017 | 06:00 WIB
  • 16-7-1995: Dari Adakadabra Jadilah Amazon

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
16-7-1995: Dari Adakadabra Jadilah Amazon
Photo :
  • REUTERS/Mike Segar
toko online amazon - jual beli

VIVA.co.id – 22 tahun lalu, perusahaan perdagangan elektronik multinasional Amazon.com lahir menyediakan layanan secara daring. Pada 16 Juli 1995, Amazon.com secara resmi membuka bisnis penjual buku daring. 

Dikutip dari laman History, Sabtu 15 Juli 2017, awal Amazon.com menjadi penjual atau platform layanan daring tidaklah mudah. Pendiri Amazon.com, Jeff Bezos sampai harus mengundang sekelompok kecil teman dan mantan rekan kerja untuk 'meramaikan' situs web Amazon. Mereka diminta untuk memeriksa dan melihat tampilan website Amazon versi beta. 

Penjualan awal Amazon saat itu mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut. Bezos pada awal itu juga terjun langsung dalam merakit barang yang dijual dan mengirim paket ke pos. 

Dalam sebulan, Amazon yang melabeli diri sebagai pengecer daring terbesar dunia telah mengirimkan buku ke seluruh 50 negara bagian AS dan ke 45 negara di luar AS. Layanan yang disediakan Amazon.com saat itu makin berkembang.

Pada akhir 1996, Amazon telah mengumpulkan pendapatan sebesar US$15,7 juta. Setahun kemudian, Amazon melantai di bursa dan melepas saham perdana ke publik dengan mengumpulkan US$54 juta. 

Dengan cepat, Amazon bisa menyediakan banyak jenis layanan apa saja secara daring. Amazon menjual segala sesuatu mulai dari belanjaan, perabotan hingga kepahlawanan hidup, dan membantu merevolusi cara orang berbelanja.

Pada 1998, Amazon mengembangkan sayapnya, mulai menjual CD musik setelah menjual buku secara daring. Pada tahun berikutnya, Amazon menambah lebih banyak kategori produk misalnya mainan, peralatan elektronik dan peralatan lainnya.

Pada penghujung 1999, Amazon telah mengirimkan 20 juta item ke 150 negara di seluruh dunia. Pada Desember 1999 juga, Bezos mendapat sebutan ‘Person of the Year’ majalah Time.  

Pada awal milenium, Amazon membuka keran bagi penjual individual atau penjual luar Amazon untuk menawarkan produk dan barang mereka pada website Amazon. 

Bicara membesut Amazon dalam bisnis daring, tak bisa dari insting Bezos. Insting bisnis daring ini memang mendorong pria jebolan teknik komputer dan teknik elektro Universitas Princeston pada 1986 itu makin membuatnya menyadari tentang pentingnya internet di masa depan. 

Pada 1994, Bezos menyadari potensi komersial Internet dan membuka luas buku mana saja yang bisa terjual dengan baik secara daring. Potensi internet membawa Bezos untuk pindah ke Washington DC dan mendirikan Amazon di kota tersebut. 

Awalnya Bezos menamai bisnis rintisan itu dengan nama Cadabra, sebuah kata yang mirip dengan mantra terkenal Adakadabra. Tapi sayangnya nama Cadabra tidak enak diucapkan, sebab ada seorang yang salah menyebut bisnis rintisan Bezos itu sebagai 'cadaver' yang artinya bangkai atau mayat. 

Menyadari hal itu, Bezos kemudian menggantinya dengan nama Amazon, terinspirasi dengan sungai besar di Amerika Selatan dan salah satu nama dalam mitologi Yunani. (mus)