Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 17 Juli 2017 | 00:05 WIB
  • Tak Diduga, Laki-laki Ini Pilot Drone Supercanggih BPPT

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Tak Diduga, Laki-laki Ini Pilot Drone Supercanggih BPPT
Photo :
  • VIVA.co.id/Lazuardhi Utama
Pilot Drone Alap-Alap, Dimas Satrio.

VIVA.co.id – Tak salah jika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menunjuk Dimas Satrio sebagai pilot drone supercanggih Alap-Alap Tipe PA-4. Karena, pria berusia 27 tahun ini merupakan atlet Aeromodelling, yang tentunya, sangat paham dengan teknologi nirawak.

Kala ditemui di landasan Bandara Cakrabhuwana, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 15 Juli 2017, ia bercerita awalnya suka dan terjun di dunia ini. "Saya mulai main Aeromodelling tahun 1999. Karena diajarkan ayah. Dia memang hobi (Aeromodelling) sejak tahun 1970-an,” katanya.

Pemuda kelahiran 15 November 1989 itu mengaku menjadi atlet Aeromodelling sejak 2001, atau ketika masih kelas VI SD. Tujuh tahun kemudian, Dimas kali pertama ikut ajang Pekan Olahraga Nasional di Kalimantan Timur.

Ketika ditanya harga dan jumlah koleksi pesawat Aeromodelling yang dimilikinya, ia pun malu-malu menjawab. Menurut dia, koleksinya ini merupakan gabungan dari milik ayah dan dirinya. Tak pelak, jenis pesawatnya pun tergolong cukup lengkap.

“Lumayan banyak. Mulai dari pesawat jenis rotary wing hingga fixed wing. Itu koleksi ayah saya sih kebanyakan. Semuanya sudah saya coba,” ungkapnya. Harganya pun bervariasi. Mulai dari Rp1 juta hingga Rp150 juta, di mana mayoritas Aeromodelling.

Dimas Satrio saat memiloti Drone Alap-Alap.

Dimas Satrio saat memiloti Drone Alap-Alap.

Lantaran profesional di pesawat nirawak, pria yang sudah mengikuti PON sebanyak tiga kali itu direkrut BPPT pada 2011. Dimas kemudian bertugas 'mengemudikan' drone untuk menjalankan misi pemetaan (mapping).

Ia pun mengaku nyaman dengan profesinya ini, selain menjadi atlet. “Ya, tidak terasa sih sudah enam tahun (jadi pilot drone BPPT). Kalau ganti pilot, ganti juga settingan,” papar dia.

Menurutnya, ada yang membedakan antara pesawat Aeromodelling dengan drone.

“Kalau Aeromodelling itu lebih ke hobi, dan kemampuan terbangnya pun terbatas. Tapi drone tersertifikasi, sebab terbang di ketinggian rata-rata. Jadi safety first. Artinya, jangan sampai terjatuh atau rusak,” kata Dimas, menjelaskan.