Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 19 Juli 2017 | 06:56 WIB
  • 19-7-1983: Dinosaurus 'Tukang Pipa' Diumumkan

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
19-7-1983: Dinosaurus 'Tukang Pipa' Diumumkan
Photo :
  • www.livescience.com/NHM
Ilustrasi dinosaurus Baryonyx walkeri

VIVA.co.id – Hari ini 34 tahun yang lalu, ilmuwan mengumumkan temuan fosil dinosaurus baru di Natural History Museum di London, Inggris.

Fosil itu pertama kali ditemukan oleh tukang pipa dan pemburu fosil amatir Bill Walker pada Januari 1983. Walker menemukan, cakar kaki panjang milik binatang pemakan binatang di sebuah lubang tanah liat di Surrrey, Inggris. Panjang fosil tulang cakar kaki ini ukurannya hampir dua kali dari cakar Tyrannosaurus rex, dinosaurus pemakan daging besar di Amerika Utara.

Fosil cakar itu ditemukan dalam batu. Saat Walker mengetuk batu tersebut, semuanya retak. 

Temuan itu kemudian menarik perhatian ahli paleontologi. Dikutip dari BBC, Selasa 18 Juli 2017, ahli tersebut kemudian merekonstruksi dan mencatat fosil itu berusia di atas 125 juta tahun. Kala itu, temuan ini digambarkan menjadi temuan besar abad 20. 

Penggalian fosil tersebut memakan waktu yang cukup lama, dua pekan pada Mei 1983, karena harus sabar menunggu keringnya tanah liat di lokasi penemuan. Penggalian fosil ini membuat tiga mobil van penuh dengan tulang hewan purba tersebut. Belakangan, fosil itu diketahui adalah sisa dari dinosaurus pemakan daging.

"Ini adalah spesies dinosaurus yang sama sekali baru. Lebih penting lagi, ini adalah catatan pertama dinosaurus pemakan daging yang ditemukan pada batu di mana pun di dunia," ujar Pemimpin Studi dan Kepala Departemen Dinosaurus di Natural History Museum, Alan Charig. 

Dalam konferensi pers, ilmuwan bergelar doktor itu mengatakan, fosil dinosaurus itu tingginya 15 kaki, setara dengan bus tingkat dua. Bobotnya bisa mencapai setengah gajah, sekitar dua ton. Hewan purba itu diperkirakan bisa berlari sejauh 20 mil per jam.

Fosil dinosaurus itu akhirnya dinamai Baryonyx walkeri, mengambil nama dari sang penemunya.

Charig menuturkan, tambang lokasi ditemukan fosil dinosaurus pemakan daging ini merupakan sumber fosil yang populer bagi kalangan ilmuwan. 

Charig menuturkan, setahun sebelum temuan Walker, pakar itu menggali kerangka dinosaurus Iguanodon.