Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 20 Juli 2017 | 06:10 WIB
  • Nasib Tas Bersejarah Manusia Pertama Berjalan di Bulan

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Nasib Tas Bersejarah Manusia Pertama Berjalan di Bulan
Photo :
  • Reuters/Credit: Brendan McDermid
Tas pembawa sampel Bulan Neil Amstrong

VIVA.co.id – Tas milik astronaut Amerika Serikat, Neil Armstrong, segera dilelang di New York City. Dalam catatan Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA, tas tersebut bernilai sejarah tinggi. Sebab dipakai untuk membawa sampel tanah Bulan oleh Armstrong yang tercatat sebagai manusia pertama yang berjalan di permukaan Bulan

Dikutip dari Reuters, Kamis 19 Juli 2017, tak heran tas yang sempat hilang tersebut akan dilelang mulai harga US$4 juta atau Rp53,3 miliar pada 20 Juli 2017 di rumah lelang internasional Sotheby's.

Lelang tersebut akan dilakukan bersamaan benda bersejarah lainnya, di antaranya dokumen rencana penerbangan Apollo 13, pakaian luar angkasa jadul yang dipakai astronaut Gus Grissom dan foto-foto Bulan yang diambil oleh NASA. Selain itu, lelang juga bertepatan dengan ulang tahun ke-48 pendaratan pertama NASA di Bulan.

"Ini (ruang angkasa) adalah salah satu dari beberapa subyek yang menurut saya tidak spesifik secara budaya. Tidak peduli apa agama Anda, dari mana asal Anda, bahasa apa yang Anda gunakan, kita semua memiliki pengalaman yang sama saat menatap langit dan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di antara bintang-bintang," ungkap Wakil Presiden dan Spesialis Senior Sotheby's, Cassandra Hatton.

Hatton mengatakan, nasib tas berukuran 12 x 8,5 inci dengan label ‘Lunar Sample Return’ itu pernah tidak diketahui keberadaannya selama beberapa dekade, setelah Armstrong dan awak Apollo 11 kembali ke Bumi pada Juli 1969. Selama bertahun-tahun, tas Armstrong didiamkan dalam sebuah kotak tak dikenal, di fasilitas Johnson Space Center NASA, di Houston.

Sebelum ditemukan, tas ini sempat dicuri oleh seorang manajer sebuah museum di Kansas, Max Ary. Atas kasus tersebut, Ary kemudian dihukum oleh pengadilan setempat pada 2014. Tas bersejarah tersebut kemudian disita oleh Layanan Kepolisian AS dan melelangnya.

Meski polisi mencoba membuka penawaran sebanyak tiga kali, tampaknya publik sama sekali tidak tertarik dengan tas bersejarah itu. Hingga pada akhirnya, tas milik Armstrong dibeli oleh pengacara asal Chicago, Nancy Lee Carlson, pada 2015 seharga US$995 atau Rp13,26 juta.

Carlson kemudian membawa tas itu ke NASA untuk mendapatkan autentikasi. Saat diuji keabsahannya, NASA membenarkan tas ini pernah digunakan oleh Armstrong, karena masih memiliki jejak Bulan di dalamnya.

Sehingga badan antariksa AS tersebut memutuskan untuk menyimpannya. Tidak terima atas perlakuan NASA, Carlson mengajukan gugatan agar NASA mengembalikan tas itu. Setelah berhasil memenangkan gugatan, Carlson memutuskan untuk melelangnya kembali. (ase)