Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 28 Juli 2017 | 05:24 WIB
  • 28-7-1858: Sidik Jari Pertama di Dunia untuk Identifikasi

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
28-7-1858: Sidik Jari Pertama di Dunia untuk Identifikasi
Photo :
  • www.video.scroll.in
Penggunaan sidik jari pertama kali di dunia

VIVA.co.id – Kolonial Inggris di India mengenalkan sistem pengenalan biometrik sidik jari untuk pertama kalinya dalam dunia modern. Pada 28 Juli 1858, pemerintah kolonial itu memakai pengenal sidik jari di Jungipoor, Bengal. Tapi, kala itu penggunaan sidik jari bukan cap jempol, atau jari lainnya. Kolonial saat itu memakai pengenal sidik jari dengan telapak tangan. 

Dikutip dari Scroll.in, Kamis 27 Juli 2017, kala itu Kepala Hakim di Distrik Hooghly, Jungipoor, Sir William James Herschel merupakan pihak yang pertama kali mengenalkan sidik telapak tangan untuk menyegel dokumen resmi kesepakatan pemerintah kolonial dengan pebisnis lokal, Rajyadhar Konai. 

Laman Wired menuliskan, awalnya kepala hakim itu tak berniat menggunakan sidik telapak tangan sebagai cara identifikasi. Niatan kala itu hanyalah ingin 'menakut-nakuti' Konai yang menolak tanda tangannya.

Herschel menemukan, pengenalan sidik telapak tangan menjadi cara yang dapat diandalkan untuk menghindari upaya penipuan. Sebab, keunikan sidik pada tangan bisa membuktikan identitas seseorang. Kepala hakim itu akhirnya mempraktikkan sidik tangan untuk semua kontrak berkaitan dengan masyarakat. 

Sementara itu, masyarakat India kala itu merespons penggunaan sidik telapak tangan dengan positif. Warga lokal meyakini penggunaan sidik telapak tangan dan kontak personal dengan dokumen sudah berarti sebuah kesepakatan yang mengikat, punya kekuatan.

Sejak itulah, penggunaan sidik telapak angan dipakai secara luas dan makin dipakai sebagai identifikasi. 

Wired menuliskan, pada 1877, permintaan Herschel untuk menggunakan sidik jari untuk mengidentifikasi narapidana di penjara Bengali. ditolak. Tapi cara identifikasi itu kemudian masuk ke hukum pidana, dari sebelumnya masuk di hukum perdata.   

Belakangan, ilmuwan Paul-Jean Caolier dan Thomas Taylor mengembangkan cara untuk mengabadikan sidik telapak tangan dan melacak kejahatan.

Pada 1892, polisi Argentina Juan Vucetich menetapkan penggunaan sidik jari sebagai cara mengidentifikasi kejahatan. Pada Juni 1897, biro sidik jari pertama di dunia berdiri di Kalkuta di bawah pengawasan Inspektur Jenderal Polisi Edward Richard Henry. Sistem klasifikasi sidik jari Henry digunakan hingga saat ini.