Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 28 Juli 2017 | 12:14 WIB
  • Peneliti Ekspedisi ke Benua Zealandia yang Masih Misterius

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Mitra Angelia
Peneliti Ekspedisi ke Benua Zealandia yang Masih Misterius
Photo :
  • Science Alert
Benua baru bernama Zealandia ditemukan.

VIVA.co.id – Tim peneliti yang dipimpin oleh Universitas Nasional Australia (Australian National University/ANU) akan melakukan ekspedisi Benua Zealandia dalam dua bulan ke depan.

Zealandia merupakan benua baru setelah Eurasia. Benua dengan luas 4,9 juta kilometer persegi itu sebagian besar wilayahnya ialah perairan. Diberitakan Mashable, Jumat 28 Juli 2017, para peneliti akan berangkat menggunakan kapal pengeboran Joides Resolution.

Peneliti berharap banyak dari ekspedisi tersebut, lantaran banyaknya fakta yang belum terjawab. Rupert Sutherland, peneliti Universitas Victoria Wellington, Selandia Baru, mengatakan ekspedisi ini akan memberi banyak petunjuk tentang konfigurasi tektonik global.

"Lalu, bagaimana 'Cincin Api', sebuah wilayah besar di Samudra Pasifik yang merupakan sarang gempa dan gunung merapi, mulai bermunculan," kata Rupert.

Tak hanya itu, Rupert ingin sampel inti batuan yang diekstrak akan dianalisis, sehingga berguna dalam studi sejarah oseanografi, iklim ekstrem serta tektonik lempeng.

"Ketika Australia bergerak ke utara dan Laut Tasman berkembang, pola sirkulasi global berubah dan kedalaman air di atas Zealandia berfluktuasi. Kawasan ini penting dalam memengaruhi perubahan global," ungkapnya.

Hasil awal ekspedisi akan tersedia pada akhir September mendatang, saat kapal mereka berlabuh di Hobart. Bumi terdiri dari tujuh benua yakni Afrika, Asia, Antartika, Australia, Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Namun, siapa sangka meski jumlahnya sama dengan yang diyakini ilmuwan, ada beberapa benua yang dianggap tidak sesuai.

Awalnya, ahli geologi yang kerap meneliti bebatuan menganggap jika Eropa dan Asia berada di satu benua super, Eurasia.

Hal ini membuat ilmuwan menganggap hanya ada enam benua di bumi. Ternyata, penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa benua di bumi tetap ada tujuh.

Hanya saja, benua ke-7 itu disebut sebagai Zealandia, hasil perpaduan New Zealand dan New Caledonia.