Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 29 Juli 2017 | 05:04 WIB
  • 29-7-2005: Calon Planet Kesepuluh Diumumkan

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
29-7-2005: Calon Planet Kesepuluh Diumumkan
Photo :
  • www.nasa.gov
Planet kesepuluh yang ditemukan astronom

VIVA.co.id – Pada 12 tahun yang lalu, ilmuwan bernama Mike Brown dari California Institute of Technology, Amerika Serikat, mengumumkan menemukan sebuah planet. Sehingga, planet tersebut menjadi kandidat planet kesepuluh.

Brown menemukan planet itu bersama dengan koleganya peneliti Gemini Observatory, Mauna Kea, Hawaii, Chad Trujillo dan peneliti Universitas Yale, David Rabinowitz

Dilansir Today in Science, Jumat 28 Juli 2017, planet tersebut diberi nama 2003 UB313 atau juga dikenal dengan sebutan Eris pada saat dibidik 31 Oktober 2003. Saat awal diabadikan, planet itu sangat jauh dan gerakan objek langit itu tak terdeteksi sampai dilakukan analisis kembali datanya pada Januari 2005. Selanjutnya pada 29 Juli 2005, barulah Brown mengklaim 2003 UB313 masuk ke dalam planet layak huni.

Kondisi Eris sangat dingin, berbatu-batu dan lebih besar daripada Pluto. Eris diketahui mempunyai sebuah satelit, Dysnomia, yang ditemukan pada 10 September 2005.

Eris memiliki diameter diperkirakan 2.100 mil atau hampir dua kali lipat dari Pluto. Orbitnya eksentrik dan cenderung sekitar 45 derajat ke bidang utama tata surya.

"Planet itu akan terlihat dengan teleskop sepanjang enam bulan berikutnya dan saat ini (kala itu) nyaris di atas kepala pada dini hari, di langit timur, Konstelasi Cetus," ujar Brown pada 8 Januari 2005 dikutip situs NASA.

Namun, saat itu Eris masih menjadi perdebatan panjang, sebab Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengaku bahwa mereka pun pernah membidik foto planet yang sama, dan itu belum bisa dikatakan planet kesepuluh.

Sama nasib dengan pluto yang terus menjadi perdebatan, akhirnya telah diputuskan Eris sebagai planet Katai. 

Planet Katai merupakan benda-benda langit di Tata Surya yang mengelilingi Matahari, memiliki gravitasi sendiri, tapi belum mengosongkan lingkungannya. Di sekitarnya masih diisi benda-benda langit selain satelitnya dan bukan merupakan satelit dari suatu planet. (ren)