Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 3 Agustus 2017 | 11:03 WIB
  • 3-8-1908: Arkeolog Temukan Old Man

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
3-8-1908: Arkeolog Temukan Old Man
Photo :
  • http://id.cutpen.com
Manusia Neanderthal yang ditemukan di Jerman pada tahun 1856

VIVA.co.id – Pada 3 Agustus 1908, kerangka mirip manusia yang nyaris lengkap ditemukan di sebuah gua dekat La Chapelle-aux-Saints, Perancis selatan tengah dalam sebuah survei lokasi penggalian. 

Situs ditemukan kerangka kuno itu merupakan area situs Paleoltitik atau era Zaman Batu Tua. Penemu kerangka tersebut yakni dua ahli prasejarah bersaudara asal Prancis, Amédée Bouyssonie dan Jean Bouyssonie.  

Dikutip dari The-scientist, Kamis 3 Agustus 2017, kemudian keduanya membawa kerangka yang dikenal dengan Old Man La Chapelle itu ke ahli evolusi manusia Museum National d'Histoire Naturelle di Paris, Marcellin Boule, untuk dilakukan pendalaman yang lebih cermat. Butuh waktu dua tahun bagi Boule untuk memeriksa fosil tersebut. Analisis awalnya saat itu menunjukkan Old Man itu merupakan sepupu evolusioner manusia.

Fosil tersebut disebut sebagai spesimen manusia Neanderthal pertama yang ditemukan dalam kerangka arkeologi, digali oleh ahli dan dipelajari secara seksama. Saat ditemukan, fosil tersebut dalam posisi tertekuk dan janin ditempatkan dengan hati-hati di lantai gua. Penggali situs menduga fosil berjuluk Old Man itu telah dikuburkan dengan sengaja pada zaman manusia Neanderthal. 

Boule menyimpulkan, fosil itu merupakan fosil tersebut membungkuk itu adalah kerabat dekat manusia. Kala itu Old Man belum dinamai manusia Neanderthal, sebab beberapa dekade sebelumnya fosil sejenis sudah ditemukan namun dalam kondisi yang belum lengkap. 

Jejak manusia Neanderthal pertama kali ditemukan pada Agustus 1856, dua penambang batu kapur asal Italia menemukan tulang fosil, berupa bagian tulang kepala, pada kedalaman 60 sentimeter di Lembah Neander, Jerman. Awalnya tulang itu diduga sisa beruang. Oleh pemilik lahan tambang, fosil itu kemudian diberikan ke kolektor fosil Johan Carl Fuhlrott. 

Kemudian setelah diperiksa, Fuhlrott meyakini tulang tersebut terkait dengan manusia yang berbeda signifikan dengan manusia modern. Belakangan fosil itu dinamakan sebagai manusia Neanderthal, merujuk pada tempat pertama penemuan Neanderthal. 

Sejak temuan fosil pada Agustus 1856, menurut laman Today in Sci, fosil sejenis makin ditemukan di berbagai wilayah di Eropa, Timur Tengah dan sebagian di Asia Barat.