Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 11:25 WIB
  • Mengenang Terbang Si Gatotkaca N-250

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Mengenang Terbang Si Gatotkaca N-250
Photo :
  • www.airliners.net/Peter Vercruijsse
Pesawat Gatotkaca N-250

VIVA.co.id – 22 Tahun lalu, Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, menjadi sorotan warga Indonesia dan Asia. Banyak wartawan dan pemerintahan menanti akhir aksi Si Gatotkaca, pesawat terbang N-250 buatan para insinyur PT Industri Pesawat Terbang Nusantara atau IPTN. 

Menjelang lepas landasnya Si Gatotkaca, semua orang gelisah, terutama mereka yang berada di balik pembuatan pesawat anak bangsa tersebut. 

Tapi rasa gelisah itu berbuah kegembiraan. Si Gatotkaca akhirnya terbang dan mendarat mulus. Total Si Gatotkaca terbang selama 55 menit. Tepuk tangan, sorak sorai hadirin di Bandara Halim Perdana Kusuma terjadi seiring keberhasilan Erwin Danuwinata, pilot penguji N250 Gatotkaca berkapasitas 70 penumpang itu sukses mendaratkan pesawat dengan mulus.

Hari itu, 10 Agustus 1995 menjadi tapal batas industri dirgantara Tanah Air, Indonesia mampu menerbangkan Si Gatotkaca, menjadi penanda kebangkitan teknologi Indonesia kala itu.

Menandai keberhasilan uji terbang si Gatotkaca tersebut, Presiden Soeharto belakangan menetapkan 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional atau Harteknas. 

Rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap PT IPTN pada Paris Air Show 1989. Pembuatan purwarupa pesawat ini dengan teknologi fly by wire pertama di dunia dimulai pada 1992.

Kala itu, N-250 rencananya akan dibuat empat pesawat purwarupa (prototype aircraft - PA) yaitu PA-1, PA-2, PA-3, dan PA-4. Akan tetapi hanya dibuat 2 pesawat purwarupa saja menyusul diberhentikannya program pengembangan.

PA-1 dengan sandi Gatotkaca, 50 penumpang, terbang perdana (first flight) selama 55 menit pada 10 Agustus 1995. Kemudian, PA-2 dengan sandi Krincing Wesi, N250-100, 68 penumpang terbang perdana (first flight) pada 19 Desember 1996.

Pesawat Gatotkaca merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya. N-250 juga menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997.   

Sampai sekarang 10 Agustus rutin dirayakan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.