Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 11 Agustus 2017 | 05:48 WIB
  • 11-8-1999: Gerhana Matahari Total Akhir Milenium

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
11-8-1999: Gerhana Matahari Total Akhir Milenium
Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Gerhana Matahari Total 2016 di Perairan Belitung

VIVA.co.id – Delapan belas tahun lalu, sekitar 350 juta orang di Eropa dan Asia menyaksikan fenomena unik jelang akhir milenium kedua. Mereka menyaksikan Gerhana Matahari Total yang melintas mulai Samudera Atlantik menuju Amerika Utara. 

Sayangnya totalitas akhir jelang pergantian abad itu tak bisa  dinikmati semua warga dunia. Hanya warga di daratan Carnwall, Inggris Barat Daya yang bisa menyaksikan kegelapan penuh. sementara area lainnya hanya menikmati kegelapan Matahari sebagian saja. 

Dikutip dari BBC, Kamis 10 Agustus 2017, area berpenduduk pertama yang menyaksikan gerhana total ini adalah penduduk di Kepulauan Scilly, Inggris Raya. 

Setelah kegelapan melewati Inggris, beralih ke Eropa dan Asia. Di selat utara Prancis dan Munich, Jerman cuacanya cerah menyambut gerhana itu. Tapi sayangnya saat totalitas, hujan deras mengguyur area tersebut dan akhirnya merusak momen menyaksikan gerhana total. 

Totalitas juga disaksikan di jalanan Ramnicu Valcea, area selatan tengah Rumania. Di area ini, totalitas terlihat paling lama. Makanya, jalanan di wilayah Rumania itu dijejali penduduk yang ingin menyaksikan gerhana tersebut. 

Warga di Pakistan dan Bangladesh mengalami nasib yang sama dengan penduduk di Inggris. Pengamatan mereka terganggu dengan munculnya awan, sehingga pemandangan jadi kabur. 

Sedangkan di Mesir, ulama setempat memerintahkan warga untuk berlindung diri. Pemerintah Yordania dan Suriah kala itu mengumumkan hari libur nasional menyambut gerhana tersebut. 

Fenomena gerhana total itu dimanfaatkan oleh para ilmuwan. Gerhana tersebut menghasilkan pemahaman ilmiah yang lebih besar tentang fenomena alam tersebut. Astronom diuntungkan dengan jalur totalitas yang melewati Eropa dan Asia selatan, mereka menjadi punya banyak sudut pandang pengamatan. Ilmuwan mengamati gerhana ini untuk mengukur dampak Matahari di atmosfer Bumi dan badai magnetik yang ditimbulkan dari Matahari. (ren)