Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 24 Agustus 2017 | 07:44 WIB
  • 24-8-2006: Pluto Turun Status, Bukan Lagi Planet

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
24-8-2006: Pluto Turun Status, Bukan Lagi Planet
Photo :
  • Instagram/NASA
Permukaan Pluto

VIVA.co.id – Sebelas tahun lalu, Tata Surya kehilangan salah satu anggotanya. Konferensi Persatuan Astronom Internasional di Praha, Ceko menurunkan status Pluto bukan lagi sebuah planet, tapi planet kerdil. 

Penemuan Pluto sebagai planet sejak awal memang diliputi kontroversi dan debat panjang di kalangan astronom. Salah satu topik pokok debat Pluto yakni soal ukuran planet tersebut. Pluto ukurannya lebih kecil dari Bulan. Selain itu, orbit Pluto terkonfirmasi tak sama dengan orbit delapan planet di Tata Surya. 

Dikutip dari Wired, Kamis 24 Agustus 2017, seiring waktu astronom mulai menemukan ada objek serupa di sekitar pluto, membuat mereka makin yakin Pluto tak layak dilabeli sebagai planet. 

Nasib status Pluto akhirnya diputuskan pada Konferensi Persatuan Astronom Internasional pada 24 Agustus 2006, yang menurunkan derajat Pluto dari planet menjadi planet kerdil. 

Konferensi saat itu memutuskan definisi planet sebagai sebuah benda angkasa yang mengorbit mengelilingi Matahari, punya massa yang cukup untuk menjalankan gravitasi sehingga diasumsikan bentuknya hampir bulat, dan orbitnya tidak memakai orbit benda lainnya. 

Pluto ternyata tidak lulus salah satunya dalam kategori ketiga, sebab Pluto melintasi jalur orbit Neptunus. Untuk itu konferensi itu memutuskan Pluto masuk dalam kategori planet kerdil sama dengan benda angkasa seperti Ceres, Eris, Haumea dan Makemake. 

Konferensi itu mendefinisikan planet kerdil sebagai benda angka berada di orbit mengelilingi Matahari, punya massa cukup untuk menjalankan gravitasi sehingga bentuknya diasumsikan hampir bulat, belum bersih lingkungan orbitnya dan bukan satelit. 

Pluto ditemukan oleh astronom Clyde W. Tombaugh pada 18 Februari 1930. Clyde berhasil mengungkap 'wajah' Pluto sewaktu ia bekerja di Observatorium Lowell.

Dilansir laman Today in Science, pegawai observatorium memang sedang mencari astronom amatir untuk mengoperasikan teleskop baru mereka dalam misi, antara lain, mencari Planet X. Di mana Planet X sebelumnya tengah dicari oleh seorang pengusaha bernama Percival Lowell membuat Observatorium Lowell, pada tahun 1894. Sampai Lowell wafat, pencarian tak ditemukan.

Pada 18 Februari 1930, Clyde melihat adanya pergerakan dalam sepasang gambar yang diambil satu bulan sebelumnya. Setelah mempelajari dan mengkonfirmasikan kebenarannya, pegawai Observatorium Lowell mengumumkan penemuan planet ke sembilan pada 13 Maret 1930.

Tak lama setelah penemuan, para pegawai mengadakan kontes penamaan bagi si planet baru. Seorang gadis kecil berusia 11 tahun, Venetia Burney yang berasal dari Inggris menyarankan nama Pluto, karena jaraknya yang jauh dan gelap menyerupai tempat tinggal para dewa Yunani, yang berasal dari Neraka.  (ren)