Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 2 September 2017 | 06:00 WIB
  • 2-9-1993: AS dan Rusia Berdamai di Antariksa

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
2-9-1993: AS dan Rusia Berdamai di Antariksa
Photo :
  • www.nasa.gov
Stasiun Antariksa Internasional

VIVA.co.id – Hari ini 24 tahun lalu, persaingan di dunia antariksa yang melibatkan dua negara besar, Amerika Serikat dan Rusia berakhir. Badan antariksa kedua negara itu sepakat untuk bekerja sama membangun staisiun antariksa bersama. 

Kesepakatan ini merupakan yang pertama kalinya sejak persaingan siapa yang paling digdaya di antariksa sejak era 1960-an, yang melibatkan persaingan AS dan Uni Soviet. 

Dikutip dari Wired, Jumat 1 September 2017, awal 1990-an memang menjadi ujian proyek antariksa bagi dua negara besar tersebut. Pada awal dekade tersebut, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) nyaris mati.

Setelah sukses dengan misi pendaratan manusia di Bulan, publik Negeri Paman Sam berbalik sangsi dengan proyek antariksa. Penyebabnya adalah tragedi pesawat ulang alik Challenger yang meledak pada 1986. 

Meski NASA bisa bangkit dari tragedi menyedihkan tersebut, tapi publik malah tak yakin dengan masa depan program antariksa. Program ini dinilai berbahaya, berisiko dan menyedot banyak dan, miliaran dolar. Dampaknya, program antariksa NASA mandeg tanpa dukungan dana, termasuk saat itu ambisi NASA untuk membangun stasiun antariksa. 

Kondisi program antariksa Rusia pada awal 1990-an, justru malah lebih buruk dari NASA. Hal ini terkait dengan runtuhnya Uni Soviet pada 1991, yang menjadi pukulan telak bagi program antariksa Rusia.

Kala itu, Badan Antariksa Federal Rusia yang baru berusia dua tahun dipaksa berdamai dengan kondisi, badan ini akhirnya memilih fokus pada peluncuran satelit komersial dan program wisata antariksa untuk menjaga nafas badan tersebut.

Beruntung, fokus baru badan antariksa Rusia ini ditopang oleh perusahaan seperti Energia dan Lavochkin. Cara ini juga untuk memastikan stasiun antariksa Uni Soviet, Mir, tetap beroperasi dan berjalan. 

Namun upaya bertahan badan antariksa AS dan Rusia itu ternyata tak berhasil sepenuhnya. Mereka kerepotan merealisasikan ambisi mereka masing-masing. 

Karena kondisinya tersebut, kedua negara akhirnya memilih realistis dan berdamai dengan 'musuh' dalam persaingan antariksa. Pada 2 September 1993, AS dan Rusia menjalin kesepakatan kerja sama antariksa. Penandatanganan diwakili oleh Wakil Presiden AS, Al Gore dan Perdana Menteri Rusia, Viktor Chermomyrdin. 

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama itu,  astronaut AS berkunjung dan bekerja di stasiun antariksa Mir. Sebaliknya kosmonaut Rusia bisa menjalani misi terbang ke antariksa dengan menggunakan pesawat ulang alik AS. 

Selain itu, insinyur AS bisa bekerja sama dengan Rusia di fasilitas antariksa milik Uni Soviet sebelumnya. Sebaliknya insinyur Rusia bisa mendatangi fasilitas antariksa AS di Cape Canaveral. Kerja sama itu makin kokoh dengan komitmen dan akhirnya membuat Stasiun Antariksa Freedom yang kemudian diubah namanya menjadi Stasiun Antariksa Internasional. (ase)