Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 23 September 2017 | 06:26 WIB
  • Mengenal Beelzebufo, 'Katak Iblis' Pemangsa Dinosaurus

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Mengenal Beelzebufo, 'Katak Iblis' Pemangsa Dinosaurus
Photo :
  • www.newatlas.com
Katak iblis Beelzebufo ampinga

VIVA.co.id – Dinosaurus pada masanya merupakan hewan purba raksasa. Namun demikian. tak lantas dinosaurus tak ada ancaman dari hewan lainnya. Penelitian tim dari Australia, Amerika Serikat dan Inggris menemukan, dahulu katak purba malah memangsa dinosaurus. 

Seperti halnya hewan purba lainnya, katak purba berukuran lebih besar dan lebih mengerikan dibanding dengan katak modern yang ukurannya kecil.

Dikutip dari New Atlas, Jumat 22 September 2017, studi tim peneliti dari University of Adelaide (Australia),  California State Polytechnic University (AS) and University College London (Inggris) menemukan katak pemangsa dinosaurus hidup di Madagaskar sekitar 68 juta tahun lalu. Peneliti menamakan katak tersebut dengan Beelzebufo ampinga. Karena ini memangsa bayi dinosaurus, dan peneliti menyebut katak sebagai 'katak iblis'. Katak raksasa ini ukurannya setara bola pantai.

Untuk sampai pada kesimpulan kekuatan ‘katak iblis’ tersebut, tim peneliti mengukur gigitan keturunan kerabat Beelzebufo ampinga yang masih hidup. Salah satu kerabat katak yang punah itu yakni katak bertanduk.

Dengan pengukuran itu, peneliti bisa memperkirakan bagaimana kekuatan rahang katak raksasa yang telah punah tersebut. Dalam pengukuran kekuatan katak kerabat Beelzebufo ampinga, tim peneliti menggunakan alat khusus yang terdiri dari dua pelat logam yang dilapisi dalam kulit. Perangkat ini bisa mengukur dengan akurat jumlah kekuatan yang digunakan katak bertanduk menggigit mangsanya. 

"Tak seperti katak kebanyakan yang punya rahang lemah dan umumnya mengonsumsi mangsa kecil, katak bertanduk (katak raksasa itu) menyergap hewan yang sama besarnya. Katak ini memangsa ular, hewan pengerat lainnya," jelas salah satu penulis studi, Marc Jones. 

Dia menuturkan, rahang yang kuat dari katak bertanduk ini berperan penting dalam mendapatkan dan menaklukkan mangsanya. 

Dalam studi tersebut, tim menemukan katak bertanduk yang kecil dengan ukuran kepalanya lebar 4,5 sentimeter, kekuatan gigitannya 30 N, setara dengan 3 kilogram. Menggunakan basis rasio kekuatan gigitan, ukuran kepala dan tubuh, tim peneliti kemudian memperkirakan kekuatan gigitan katak bertanduk yang lebih besar. 

Hasilnya, katak bertanduk dengan ukuran lebar kepala 10 sentimeter, maka kekuatan gigitannya mencapai 500 N, yang mana bisa benar-benar menelan hewan dengan ukuran kepala yang sama. 

Selanjutnya, tim memperkirakan kekuatan katak Beelzebufo ampinga. Hasilnya, katak punah ini diperkirakan punya panjang antara 41 sentimeter dan bobotnya bisa 4,5 kilogram. Dengan ukuran itu, kekuatan gigitannya mencapai 2200 N, setara dengan gigitan serigala.

"Dengan kekuatan gigitan itu, katak Beelzebufo mampu melumpuhkan dinosaurus kecil dan remaja," kata Jones.