Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 14 Oktober 2017 | 07:11 WIB
  • Kenapa Bumi Datar Begitu Populer?

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Kenapa Bumi Datar Begitu Populer?
Photo :
  • www.theverge.com
Ilustrasi bumi datar

VIVA.co.id – Ide atau teori bumi datar sejauh ini masih menyedot perhatian pengguna internet dunia. Pendukung bumi datar terus membantah dan berupaya meruntuhkan klaim teori bumi bulat yang disampaikan ilmuwan sampai Badan Antariksa Amerika Serikat. 

Kelompok pendukung bumi datar berdiri pada barisan yang disebut Flat Earth Society. Komunitas itu gencar mengampanyekan ide bumi datar. Meski ide bumi datar kalah pendukung dibanding keyakinan umum bumi bulat, namun dalam penelusuran di internet, bumi datar masih tetap populer di internet. 

Dikutip dari The Verge, Jumat 13 Oktober 2017, berdasarkan data dari Google Trends, minat pencarian pada teori konspirasi bumi datar mengalami beberapa puncak yang berbeda pada tahun lalu.

Dalam penelusuran menggunakan CrowdTangle, tools pelacakan media sosial, The Verge menemukan beberapa artikel di laman berita yang mengulas bumi datar rata-rata mendapat klik lebih banyak dibanding dengan rata-rata artikel topik lainnya. 

Laman The Verge menemukan, karakter haus informasi pada internet turut menjadi 'bahan bakar' ketertarikan warganet dunia dengan isu bumi datar dari waktu ke waktu. 

Penulis Conspiracy Theories: Secrets and Power in American Culture, Mark Fenster menjelaskan, kenapa teori bumi datar menyebar dan populer secara daring. Hal ini, menurutnya, tak terlepas dari ketertarikan orang dengan teori konspirasi. Gagasan bumi datar dikategorikan sebagai salah satu pembahasan teori konspirasi. 

Fenster menuturkan, Amerika Serikat termasuk 'gila dengan teori konspirasi' sejak sebelum Perang Revolusi AS pada 1770-an sampai 1780-an. Fenster yang merupakan pakar transparansi pemerintahan pada sekolah hukum University of Florida, AS itu mengatakan, persentase orang AS yang meyakini teori konspirasi kematian Presiden JF Kennedy terus menerus tinggi dalam lima dekade. Dia menemukan keyakinan itu mencapai 60 sampai 80 persen dalam 50 tahun terakhir. Fenster mengatakan, orang menemukan 'ada kesenangan dan permainan dengan teori konspirasi'. 

"Kita tak benar-benar mempercayainya, tapi kita tahu banyak tentang mereka (teori konspirasi). Tapi kita mungkin sedikit mempercayainya dan kita hanya bercanda dan bermain," ujarnya. 

Salah satu pendorong lain populernya gagasan bumi datar yakni beredarnya ratusan meme bantahan klaim ilmuwan soal bumi bulat. Meme tersebut berkontribusi menyebarkan teori bumi datar dan menambah banyak pengikut atau pendukung potensial teori tersebut. 

Faktor lainnya, popularitas bumi datar juga karena banyak media internasional yang menurunkan artikel soal topik tersebut. Media seperti The Guardian, The Atlantic, Vice, dan Sports Illustrated menulis dan mengulas ide bumi datar tersebut. Beragam faktor itu membuat artikel tentang bumi datar menjadi banyak pencarian di Google.

Dari data Google Trends, Indonesia masuk dalam negara yang punya ketertarikan dengan pencarian isu bumi datar. Indonesia menduduki peringkat keempat sebagai negara yang paling mencari informasi bumi datar per Jumat malam, 13 Oktober 2017. Nomor wahid ditempati Amerika Serikat, diikuti Kanada, Estonia, Indonesia dan Selandia Baru.  

Untuk pencarian bumi datar di Google Trends bisa dilihat pada tautan ini.