Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 23 Oktober 2017 | 15:28 WIB
  • Siapa Saja Negara Paling Sering Nyampah di Antariksa?

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Siapa Saja Negara Paling Sering Nyampah di Antariksa?
Photo :
  • www.pixabay.com/WikiImages
Ilustrasi sampah antariksa

VIVA – Ada banyak objek antariksa buatan manusia yang mengorbit Bumi, misalnya satelit sampai roket. Setidaknya ada lebih dari 4.600 satelit yang mengorbit Bumi dan lebih dari 14 ribu bagian dan puing roket usang telah menjadi sampah antariksa. 

Dari ribuan sampah tersebut, negara penyumbang terbesar yakni negara-negara yang selama ini merajai penerbangan antariksa. 

Dikutip dari Business Insider, Senin 23 Oktober 2017, tiga negara yang paling nyampah di antariksa yaitu Amerika Serikat, Rusia dan Tiongkok. 

Dari Space-Track.org menunjukkan, sampah antariksa Amerika Serikat mencapai 3.999 puing, kemudian Rusia dengan 3.961 puing dan sampah Tiongkok dengan 3.475 puing. 

Dari data tersebut, negara paling nyampah bukan berarti negara dengan jumlah objek antariksa terbanyak. Sebab Rusia tercatat memiliki jumlah objek terbanyak, dengan 6.515 objek di orbit, rinciannya 3.961 puing antariksa, 1.034 badan roket, 1.520 satelit aktif. Namun Rusia tidak menyandang negara paling nyampah.

Sedangkan Amerika Serikat menduduki peringkat dua negara paling banyak punya objek antariksa, yaitu 6.211 objek dengan rincian 3.999 puing antariksa, 688 badan roket dan 1.520 satelit aktif. Tiongkok menempati urutan ketiga yaitu 3.839 objek, dengan rincian 3.475 puing antariksa, 107 badan roket dan 254 satelit aktif. 

Negara atau badan antariksa dengan jumlah objek terbanyak setelah di bawah Tiongkok yaitu Prancis (547 objek), Jepang (266 objek), India (202 objek). Selanjutnya Badan Antariksa Eropa dengan 134 objek, International Telecommunications Satellite Organization (89 satelit aktif), Globalstar (85 satelit aktif) dan Societe Europeene des Satellites (58 satelit aktif). 

Puluhan ribu puing sampah antariksa itu mengkhawatirkan sebab bisa saja kapan pun jatuh ke daratan. Puing yag ada di orbit antariksa bisa bergerak dengan 10 kali lebih dari kecepatan peluru, namun perlu waktu lama bisa jatuh ke Bumi. 

"Puing tersebut bisa terus di sana selama ratusan tahun," ujar Teknisi penerbangan antariksa dan spesialis atmosfer, Bill Ailor kepada Business Insider.