Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 05:04 WIB
  • Ilmuwan Bingung dengan Misteri Pohon Pertama di Dunia

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Ilmuwan Bingung dengan Misteri Pohon Pertama di Dunia
Photo :
  • www.sciencemag.org/Peter Geisen
Ilustrasi pohon pertama di dunia, cladoxylopsids

VIVA – Peneliti merasa terkejut dan bingung, dengan cara kelompok pohon pertama di dunia, cladoxylopsids tumbuh. Setelah menganalisis spesimen paling terawetkan pohon pertama di jagat itu yang ditemukan di area terpencil China, peneliti menemukan ternyata pohon pertama di dunia punya struktur yang lebih kompleks dibanding pohon modern saat ini. 

Struktur yang rumit dari pohon yang hidup pada 370-390 juta tahun lalu itu, membuat pertumbuhan berbeda dengan pohon yang ada saat ini. 

Dikutip dari Independent, Selasa 24 Oktober 2017, anatomi pohon cladoxylopsids yang rumit tak bisa dipahami oleh ilmuwan. 

Ilmuwan menemukan, semua pohon mempunyai untaian kayu mirip jerami, disebut xilem. Xilem ini fungsinya mengalirkan air dari akar ke daun pohon. Pada pohon, untaian tersebut saling terhubung, gambarannya mirip dengan jaringan pipa air.

Sementara itu, lapisan xilem baru pada sebagian besar pohon menghasilkan cincin pertumbuhan di batang dan cabang pohon.

Mayoritas pohon modern punya batang yang padat, yang membesar melalui pembentukan cincin baru dari jaringan kayu di bawah kulit pohon tiap tahunnya.

Tapi pada analisis sampel fosil pohon pertama di dunia menunjukkan, xilem tumbuh dalam lingkaran untaian sejajar individual di sekitar luar batang. Pada zona ini, ada lebih banyak untaian xilem membentuk jaringan kompleks dengan banyak terhubung satu sama lain dengan untaian pararel luar. Kondisi ini menyebabkan bagian dalam batang menjadi kosong. 

Untaian sejajar pada bagian luar batang memudahkan diameter batang melebar, sedangkan ruang di dalam diisi jaringan lunak yang dikenal parenkim. 

Analisis menunjukkan, pohon pertama di dunia memiliki xilem yang terbatas pada lima sentimeter batang terluar, sedangkan bagian tengah pohon cekung dan berongga. 

Selanjutnya, yang mengejutkan ilmuwan, masing-masing xilem pada pohon pertama dunia menghasilkan cincin pertumbuhannya sendiri. Akibatnya, untaian xilem itu berperilaku seperti pohon mini individu. 

Saat untaian itu melebar, hubungan di antara untaian itu terbelah dan membuat diameter batang pohon pertama dunia melebar. 

"Sepengetahuan saya, tak ada pohon lain dalam sejarah Bumi yang pernah melakukan sesuatu serumit ini. Pohon secara bersamaan merobek kerangkanya terpisah dan ambruk sambil tetap hidup dan tumbuh ke atas dan keluar menjadi tanaman dominan pada masanya," jelas salah satu ilmuwan Universitas Cardiff Inggris, Chris Berry. 

Fosil pohon pertama di dunia

Fosil pohon pertama di dunia

Dia mengatakan, dengan mempelajari fosil pohon pertama dunia itu, kini ilmuwan mendapatkan wawasan anatomi pohon awal dunia yang belum pernah ada dikaji sebelumnya. Ilmuwan juga kini bisa mengetahui mekanisme pertumbuhan rumit pada pohon pertama dunia. 

"Itu menimbulkan pertanyaan provokatif, mengapa pohon tertua paling rumit?" katanya. 

Berry menjelaskan, sampel fosil pohon pertama dunia di China sangat disyukuri ilmuwan. Sebab sampel ini terawetkan berkat silika kaca akibat sedimen vulkanik. Sedangkan sampel pohon pertama dunia yang sebelumnya kurang mendukung untuk analisis, karena dipenuhi pasir. 

"Sampel yang dari China, memungkinkan kami mengamati tiap sel tanaman pertama itu," jelasnya.