Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 06:00 WIB
  • 8-11-1656: Penemu Komet Halley Lahir

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
8-11-1656: Penemu Komet Halley Lahir
Photo :
  • www.britannica.com/Hemera/Thinkstock
Edmond Halley

VIVA – Hari ini 361 tahun lalu, lahir di tanah Inggris, Haggerston, seorang bayi Edmond Halley, yang nantinya akan mengekor sejarah pada dunia astronomi.

Nama Halley diabadikan pada nama komet yang pernah muncul terlihat dari bumi, Komet Halley. Halley dikenal, karena telah memperkirakan kedatangan sebuah komet yang akan datang tiap 76 tahun sekali, dan komet itu dinamai menurut namanya.

Ketertarikan Halley dengan dunia astronomi tak lepas dari pengaruh kondisi sosial politik kala dia hidup. 

Dikutip dari Britannica, Rabu 8 November 2017, saat Halley memulai pendidikannya di St. Paul Scholl, London, kala itu dunia sedang mengalami periode revolusi ilmiah yang menjadi cikal bakal pemikiran modern.

Sedangkan dari sistem pemerintahan, saat Halley belia, Kerajaan Inggris diperintah oleh Charles II, raja yang punya perhatian pada ilmu pengetahuan. 

Raja Charles II memberi piagam kepada perguruan yang kemudian resmi berdiri sebagai Royal Society of London. 

'Persentuhan' Halley dengan lembaga tersebut dimulai, saat dia kuliah di Queen's College, Oxford pada 1673. Saat kuliah itu, Halley berkenalan melalui surat dengan John Flamstees yang merupakan astronom kerajaan pada 1676.

Halley, kemudian punya kesempatan dua kali mengunjungi Observatorium Royal Greenwich, tempat Flamsteed bekerja. Dari kunjungan itu, astronom kerajaan itu mendorong Halley muda untuk menekuni astronomi. 

Pengaruh Flamsteed makin memengaruhi arah hidup Halley. Proyek astronom kerajaan yang memakai teleskop mengumpulkan katalog bintang utara secara akurat, Halley kian tertarik.

Halley, kemudian mengusulkan kenapa tidak untuk mengatalogkan bintang di belahan bumi selatan sekalian. 

Gayung bersambut. Gagasan Halley itu mendapat sokongan dari Raja Charles II. Dengan bantuan keuangan dari ayahnya, sang raja, dan perusahaan East India Company, Halley berlayar pada November 1676 menuju Pulau St. Helena, Atlantik Selatan, wilayah paling selatan pemerintahan Inggris kala itu.  

Tantangan terjadi dalam pelayaran. Cuaca buruk menguji seluruh ambisi Halley. Sampai akhirnya, saat perjalanan pelayaran pulang ke rumah pada Januari 1678, Halley mencatat garis bujur langit dan garis lintang dari 341 bintang, mengamati transit cakram Merkurius, dan pengamatan lainnya. 

Tampilan Komet Halley pada 1986

Penemuan Halley 

Pada 1705, astronom asal Inggris itu mempublikasikan katalog pertamanya tentang orbit 24 komet. Pada katalog itu, kalkulasinya menunjukkan komet-komet yang pernah terlihat pada 1531, 1607, dan 1682 memiliki orbit yang sangat mirip.

Dia kemudian menunjukkan, komet-komet yang dimaksud itu sejatinya merupakan satu komet yang siklusnya 76 tahun. Saat itu, Halley memprediksikan komet itu akan terlihat pada 1758. 

Prediksi Halley ternyata sedikit meleset. Komet yang diramalkan ternyata muncul mendekati Bumi pada 1759. Kemunculan Komet Halley itu, sayangnya tidak bisa disaksikan oleh Halley, sang penemu, yang meninggal dunia pada 1742. Untuk menghormati kemunculan komet pada 1759, kemudian komet itu dinamai Halley. 

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan astronomi, kemunculan Komet Halley bisa dikalkulasikan dengan lebih baik. Pelacakan kalkulasi memunculkan spekulasi, komet yang muncul di Yunani pada 467 dan 466 sebelum Masehi diyakini merupakan Komet Halley. Bahkan, ada literatur yang menuliskan, pada penampakan pada 466 sebelum Masehi, komet ini terlihat selama hampir 80 hari. Untuk jarak terdekat Komet Halley mendekati Bumi, tercatat pada penampakan 10 April 837. Saat itu, Komet Halley muncul dari jarak 3,7 juta mil. 

Sementara itu, ditarik lebih mundur ke masa lalu, penampakan awal Komet Halley pernah disaksikan oleh astronom Tiongkok pada 240 sebelum Masehi. 

Di masa lalu, kemunculan Komet Halley dijadikan sebagai legitimasi untuk sebuah kekuasaan. Situs NASA menuliskan, pada 1066 Komet Halley muncul dengan sangat terang di langit, bahkan saat itu sampai membuat jutaan masyarakat Eropa merasa ngeri. Kemunculan komet pada tahun itu diyakini sebagai penanda kemenangan Norman, sebuah wilayah di Prancis bagian utara, yang menaklukkan wilayah Inggris dalam Pertempuran Hasting.