Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 11 November 2017 | 14:08 WIB
  • Dari Mana Asal Harbolnas?

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Dari Mana Asal Harbolnas?
Photo :
  • VIVA.co.di/Al Amin
Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas)

VIVA – Hari ini, dunia perbelanjaan di internet heboh dengan Hari Belanja Online Nasional. Ternyata hari belanja dengan diskon besar-besaran itu merupakan ajang yang diadopsi dari hari Jomblo di China. Ajang pencarian jodoh di Kampus Nanjing itu kemudian dimodifikasi menjadi hari diskon oleh Alibaba.

Perusahaan e-commerce terbesar di China, Alibaba, menciptakan parade belanja online penuh diskon selama hari Singles Day pada tanggal 11 November 2009. The Telegraph mengutip ada perputaran uang 50 juta yuan (atau setara 10 miliar rupiah saat ini) ketika Alibaba menggelar ajang belanja Single Day pada tahun 2009.

Kesuksesan Alibaba melakukan make-over dalam momen Singles Day kemudian menghadirkan ketertarikan dari para pelaku e-commerce lain untuk berpartisipasi. Di tahun-tahun berikutnya, siapa pun dapat merasakan indahnya perayaan tersebut, terlebih orang-orang yang gemar belanja karena melimpahnya suguhan diskon dari berbagai toko jualan daring.

Blog iPrice menulis, kegiatan belanja online ketika Singles Day ibarat candu yang menahun. Rekam jejak perputaran uangnya menanjak konsisten dari tahun ke tahun. Perayaan tahun 2012 contohnya, sejumlah media internasional memberitakan ada sekitar US$3 miliar dalam neraca penjualan Alibaba. Tahun 2013, e-commerce pimpinan Jack Ma itu berhasil meraup US$5,7 miliar selama 24 jam Singles Day.

Dikutip dari BBC, raupan angka tersebut jauh lebih tinggi daripada yang bisa dihasilkan dari transaksi jual beli saat periode Thanksgiving ataupun Black Friday di Negeri Paman Sam. Peningkatan juga tak terbantahkan pada tahun 2014 ketika catatan penjualan mereka berhasil mencapai angka US$9,3 miliar.

Lalu keberhasilan pada 2015 ditandai dengan dua aspek, yakni pada aspek perdagangan yang mampu menembus angka US$14,3 miliar. Kedua yakni pada pergeseran kebiasaan konsumen yang saat itu mayoritas bertransaksi dari platform mobile ketimbang layar desktop.

Fenomena ini menandai bahwa lebih banyak orang yang melek mobile shopping ketika berbelanja produk di e-commerce. Sedangkan tahun 2016 lalu, pencapaian Alibaba pada perayaan tersebut meroket hingga US$20 miliar.

Tahun ini, pada 11 November, ditulis di laman iPrice, setidaknya ada 9 situs retail daring sudah menunjukkan gairahnya dalam perayaan Singles Day. Mereka adalah Bukalapak, Elevenia, Orami, Blibli, Lazada, Blanja, Ali Express, Shopee, dan Zalora.

Menurut catatan Criteo, sebuah perusahaan teknologi pemasaran asal Prancis, gelaran Singles Day 2016 di Indonesia, Singapura dan Taiwan mampu melipat gandakan transaksi belanja hingga 254 persen dari ambang normal. (ase)