Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 29 November 2017 | 05:58 WIB
  • 29-11-1972: Pong, Game Bisa Dimainkan Pemabuk

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
29-11-1972: Pong, Game Bisa Dimainkan Pemabuk
Photo :
  • www.brettweisswords.com
Atari PONG

VIVA – Dalam jagad game, sejarah tercipta pada 55 tahun lalu dengan lahirnya video game Pong. 
Game tersebut merupakan permainan arkade yang digagas oleh pendiri Atari, Nolan Bushnell dan kemudian dirancang oleh teknisi Atari kala itu, Allan Alcorn.

Ada sisi menarik dari lahirnya game yang belakangan menjadi video game populer pertama dalam sejarah. 

Dikutip dari Wired, Selasa 28 November 2017, Bushnell mengungkapkan ide membuat game Pong terinspirasi setelah dia memainkan game tenis meja elektronik pada sebuah pameran perdagangan. 

Pong didasari dari permainan atau olahraga tenis meja (Ping pong), nama permainan ini berasal dari suara yang dihasilkan ketika memukul bola ping pong.

Begitu dibuat, Bushnell merasa permainan yang ia buat itu terlalu rumit, maka dia kemudian membuat karyanya itu lebih sederhana. Pendiri Atari itu punya alasan kenapa game Pong terbuat ia bikin dengan sesederhana mungkin, yakni agar semua orang bisa memainkan dengan mudah. 

"Saya harus hadir dengan sebuah permainan yang mana orang sudah tahu bagaimana cara memainkannya, sesuatu yang sangat sederhana sehingga setiap mabuk di bar pun, tetap bisa memainkan game itu," ujar Bushell. 

Ide pendiri Atari itu memang sesuai dengan fakta, Sebab game Pong nyatanya bisa dimainkan oleh pemabuk sekali pun. 

Jejak popularitas game Pong ini berawal dari kandang Atari di Sunnyvale, California, Amerika Serikat. Di markas ini, pertama kami game Pong dipasang, dan pengguna mengoperasikannya dengan koin. 

Empat bulan kemudian, sekitar 10 ribu game Pong telah tersebar di seluruh Sunnyvale. 

Dikutip dari Computinghistory, game Pong menambah pundi pendapatan Atari. Sebab game Pong secara konsisten menghasilkan pendapatan empat kali lebih banyak dari mesin permainan yang dioperasikan dengan koin lainnya.

Seiring popularitasnya, Atari kebanjiran pesanan game Pong yang membuat perusahaan meraup pendapat tetap.

Atari tercatat telah menjual mesin game Pong tiga kali dari biaya produksi. Pada 1973, Atari telah memenuhi 25 ribu pesanan dan pada akhir 1974, Atari menjual lebih dari 8 ribu unit. Sampai akhirnya Atari menjual lebih dari 35 ribu unit mesin game Pong.

Popularitas game Pong kemudian menyeret ke ranah hukum. Pengembang game Magnavox Odyssey mengklaim merasa punya hak cipta sebab telah mengilhami Bushell untuk ide game Pong. 

Kasus ini kemudian sampai ke meja hukum dan telah tercapai kesepakatan di luar pengadilan yang memenangkan Magnavox Odyssey. 

Setelah kemenangan sang pengembang tersebut, game Pong beralih ke model konsol rumah dan sangat berbeda dengan versi aslinya. 

Melihat sukses tersebut, beberapa perusahaan juga berusaha menyalin permainan Pong, dan merilis beberapa permainan baru. Sehingga, Atari memberanikan pegawainya untuk membuat permainan yang lebih inovatif. Beberapa sekuel muncul dengan permainan yang sama, namun dengan fitur baru. Pada permulaan Natal 1975, Atari secara eksklusif merilis versi rumahan Pong via toko ritel Sears tapi belakangan pendiri Atari itu memutus kesepakatan tersebut.