Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

Seorang perajin menata telur bebek di sentra produksi telur asin di Desa Geulumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh, Jumat, 11 Agustus 2017.

1 dari 5

Peternak memproses telur bebek untuk pengasinan di rumah industri kampung bebek Desa Kebon Sari, Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu, 22 Juli 2017.

2 dari 5

Peternak memilah telur bebek untuk diasinkan di rumah industri kampung bebek Desa Kebon Sari, Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu, 22 Juli 2017.

3 dari 5

Pekerja memilih telur asin untuk proses pengasinan di industri telur asin Kelurahan Pesurungan, Tegal, Jawa Tengah, Selasa, 25 Juli 2017.

4 dari 5

Seorang perajin menata telur bebek di sentra produksi telur asin di Desa Geulumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh, Jumat, 11 Agustus 2017.

5 dari 5
  • Sabtu, 12 Agustus 2017 | 12:06 WIB
  • Produsen Telur Asin Terancam Gulung Tikar

  • Oleh
    • Dhana Kencana

VIVA.co.id – Pengusaha telor asin mengeluhkan mahalnya harga garam yang mencapai Rp4 ribu per kilogram selama sepekan terakhir, yang menyebabkan produksi telur asin menurun hingga sekitar 40 persen, hanya 400-500 butir telur per hari dari sebelumnya mencapai 2.000 butir telur asin per hari. Bahkan sejumlah produsen mengaku terancam gulung tikar akibat kelangkaan dan mahalnya harga garam.