Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 18 Mei 2016 | 20:00 WIB
  • Kirana Kejora Beberkan 'Resep' Buku Laris Manis

  • Oleh
    • Beno Junianto
Kirana Kejora Beberkan 'Resep' Buku Laris Manis
Photo :
  • Dok.ist
Penulis novel Kirana Kejora

VIVA.co.id –  Penulis buku laris dan naskah film televisi (FTV), Kirana Kejora,. membeberkan 'resep' agar buku yang ditulis bisa laris di pasaran. Bagi Kirana, modal penulis yang paling utama adalah niat untuk menulis buku dan memiliki mental yang kuat agar yakin untuk tahan  ketika dicaci pembaca.

Kirana juga mengatakan jika hal itu bisa dilalui maka karya-karya yang dibukukan berikutnya akan memiliki pasarnya tersendiri dan mengalir dengan baik.

"Kunci agar buku yang telah ditulis laku adalah judul yang menarik, sampul depan yang mencuri perhatian, tagline yang mampu melekat ke benak pembaca dan sampul belakang yang berisi sinopsis singkat," ujar Kirana ditemui di 'Aktivasi BI Corner dan Ngobrol Asyik Bareng Kirana Kejora', Universitas Darma Persada, Jakarta Selatan, Rabu 18 Mei 2016.

Menurut Kirana ide penulisan dapat lahir dari hal-hal yang telah kita alami seperti perjalanan berwisata bahkan termasuk status Facebook yang dianggap sebagai hal remeh namun sangat mencerminkan diri kita.

"Penulis adalah pembelajar. Siapapun yang kita temui bahkan buku yang kita baca adalah guru kita. Penulis harus menyadari dirinya adalah selalu belajar hal baru. Banyak membaca adalah modal penulis," tuturnya menjawab serbuan pertanyaan mahasiswa.

Meski demikian Kirana mengingatkan agar penulis pemula disiplin untuk menyusun kata dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. "Menyusun kata-kata itu harus benar. Untuk itu harus rajin membaca dan menghormati bahasa yang Anda gunakan," ucap lulusan Universitas Brawijaya ini.

Sejumlah buku telah dihasilkan Kirana antara lain novel 'Kepak Elang Merangkai Edelweis' (2006), Antologi Tunggal Cerpen dan Puisi Perempuan dan Daun (2007), novel 'Elang' (2009), dan novel 'Querido' (2011).

Karya Kirana juga telah difilmkan yaitu novel 'Air Mata Terakhir Bunda' (2012) yang menjadi Best Features Film di Balinale Internasional Film Festival 2013 dan masuk nominasi Festival Film Indonesia 2013. Tahun itu juga, Kirana merilis novel 'Ayah Menyayangi Tanpa Akhir' (2013) yang laris hingga kemudian difilmkan.

Karya naskah film Kirana, 'Hasduk Berpola' terpilih sebagai Film Inspiratif Kemendikbud 2013, Favorit Apresiasi Film Indonesia 2013 dan terpilih masuk Program Educational Screening IFF Melbourne 2015. Tahun ini, Kirana merilis novel 'Senja Di Langit Ceko' yang didukung Perpustakaan Nasional.