Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 14 Juli 2017 | 00:15 WIB
  • Marak Pembajakan, Andien Tak Salahkan Teknologi Digital

  • Oleh
    • Beno Junianto,
    • Bobby Agung
Marak Pembajakan, Andien Tak Salahkan Teknologi Digital
Photo :
  • VIVA.co.id/ Diza Liane Sahputri
Andien

VIVA.co.id – Teknologi digital membuat semuanya lebih praktis dan mudah diakses, termasuk di industri musik. Ini membuat para musisi untuk memutar otak demi menjaga eksistensi dan kiprah mereka di jagad hiburan agar tidak mudah jadi korban pembajakan hak cipta.

Tak terkecuali bintang pop Andien Aisyah, yang berencana merilis album dalam waktu dekat. Memasuki era digital, otomatis rilisan fisik mulai terabaikan. Andien memiliki pandangannya tersendiri menyoal anggapan tersebut.

"Kalau CD waktu itu kan banyak yang membajak, apalagi digital, tentu makin banyak lagi. Aku sebenarnya merasa bahwa yang mematikan itu bukan digitalnya," kata Andien saat dihubungi VIVA.co.id.

Bagi pelantun "Belahan Jantungku" itu, pihak penggerak industri serta yang memegang kendali regulasi harus tegas melindungi orisinalitas karya musik. Peraturan harus ditegakkan demi menindak problematika yang terjadi.

"Sudah ada atau belum, undang-undang yang mengatur soal itu? Bisa dibilang meski sekarang sudah berkembang ke ranah digital, orang tetap mau jualan CD dan masih ada pasarnya. Sensasi antara punya CD dan tidak itu berbeda," ujarnya.

Dengan kata lain, teknologi dalam ranah musik tak selalu menjadi duri bagi para pemain lama. Bila dimanfaatkan dengan baik, ia bisa menjadi pendorong musisi untuk tampil lebih inovatif lagi.

"Menurutku, perkembangan teknologi sangat membantu para musisi untuk bisa berkreasi lebih banyak lagi dan memperkenalkan karyanya ke semua mata orang di seluruh dunia. Tapi harus dibantu dengan regulasi Pemerintah setempat," tutur Andien.

Dalam waktu dekat, Andien yang baru saja melahirkan putra pertamanya siap merilis album baru. Ia berkolaborasi dengan sejumlah musisi dan illustrator dalam menggarap rilisan mutakhirnya itu. (ren)