Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 14 Juli 2017 | 06:56 WIB
  • Jadi Sopir Gojek, Anak Tio Pakusadewo Bayar Kuliah Sendiri

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Shintaloka Pradita Sicca
Jadi Sopir Gojek, Anak Tio Pakusadewo Bayar Kuliah Sendiri
Photo :
  • VIVA.co.id/ Shalli Syartiqa
Tio Pakusadewo.

VIVA.co.id – Belum lama, diketahui anak dari Tio Pakusadewo, Nagra Kautsar, mengambil pekerjaan sampingan sebagai sopir Gojek. Lantas, Tio mengungkapkan bahwa dirinya tidak malu dengan pilihan anaknya. Justru dia mengaku bangga dengan anaknya tersebut. 

"Saya tidak merasa sulit atau menjadi sulit posisinya atau tercibirkan. Enggak. Orang bicara miring silakan saja. Saya malah bangga, karena dia punya kepribadian dan pemikiran untuk mempertanggungjawabkan hidupnya sendiri. Itu bagus," ucap Tio di Pela Mampang, Jakarta, Kamis, 13 Juli 2017.

Tio menuturkan bahwa ia dan sang istri telah menanamkan tanggung jawab kepada anak-anaknya sejak mereka masih kecil. Kemudian, fokus tanggung jawab Nagra disebutkannya saat ini adalah menempuh pendidikan di bangku kuliah. 

Kendati melakukan pekerjaan sampingan sebagai sopir Gojek, kuliah Nagra tetap berjalan. Ia pun menilai, langkah yang diambil Nagra adalah bentuk upaya pertanggungjawaban lebih untuk menjadi pribadi pekerja keras.

"Dia hanya mencari uang agar bisa menambah ongkos jajannya. Dia bisa membayar uang kuliah sendiri, baguslah itu. Saya bangga," ujarnya. 

Ia menekankan, selama anaknya masih berada pada jalur yang positif dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, dirinya akan mendukung itu. 

"Kalau anak saya jadi koruptor, saya malu. Tapi, kalau anak saya jadi sopir Gojek, mikrolet, kernet kek, selama mereka tidak merugikan banyak orang, apa susahnya? Kenapa? Bebas kok untuk dia cari uang halal. Kalau baik saya support," ucap Tio.

Selama ini pun, Tio mengungkapkan, tidak pernah memaksa anak-anaknya untuk menempuh karier sama seperti dirinya. Ia memberikan kebebasan hidup kepada mereka. 

"Anakmu itu bukan milikmu. Mereka itu punya kehidupan sendiri. Lewat kamu mereka lahir, tapi bukan dari kamu. Wajib kita berikan rumah untuk raganya, tapi bukan untuk jiwanya," kata Tio.