Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 14 Juli 2017 | 19:42 WIB
  • BNN Rekomendasikan Pesinetron Ammar Zoni Direhabilitasi

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Shintaloka Pradita Sicca
BNN Rekomendasikan Pesinetron Ammar Zoni Direhabilitasi
Photo :
  • Instagram Ammar Zoni
Ammar Zoni.

VIVA.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) merekomendasikan pesinetron Ammar Zoni untuk melakukan rehabilitasi narkoba. Uji assessment, baik medis, hukum dan sosial telah dilakukan BNN sejak Rabu,12 Juli 2017 lalu dan hasil rekomendasi tersebut telah diajukan ke pihak penyidik Polres Jakarta Pusat pada Jumat sore, 14 Juli 2017.

"Kami memutuskan bersangkutan memerlukan, membutuhkan untuk perawatan medis dan psikososialnya (rehabilitasi). Ada indikator-indikator bersangkutan membutuhkan itu," ujar Kepala Bagian Humas BNN Sulistiandri Atmoko di kantor BNN, Jakarta, Jumat, 14 Juli 2017.

Selanjutnya, untuk keputusan final atas rekomendasi tersebut, dikatakan Sulis merupakan kewenangan pihak penyidik sepenuhnya. "Kewenangan sepenuhnya untuk mengeksekusi apakah yang bersangkutan mau diserahkan di lembaga rehabilitasi atau tidak, sepenuhnya itu ada di kewenangan penyidik Polres Jakpus," ucap Sulis. 

Rekomendasi tersebut diambil atas beberapa pertimbangan. Salah satunya adalah karena Ammar bukanlah bagian dari jaringan gelap pengedar narkoba. Kemudian, secara psikologi memang Ammar memiliki masalah adiksi. 

"Maka, itu jadi pertimbangan untuk rehabilitasi. Yang ditelusuri ada anamnesisnya, riwayat keluarga secara sosial kehidupan sehari-hari, berapa lama penggunaan dan jenisnya apa, pemakaiannya apakah teratur atau sudah pecandu atau rekreasional," Sulis menjelaskan.

Sebagai informasi, Ammar Zoni pada hari ini datang melakukan uji assessment terakhir di BNN pada pukul sekitar 10.00 WIB. 

Saat menyampaikan hasil assestment dan rekomendasi dari BNN, Sulis didampingi oleh Ketua Tim Assessment Terpadu Kombes Sutarso dan Dokter Yosi Eka Putri sebagai Anggota Tim Assessment Terpadu sekaligus Penanggung Jawab Institusi Penerima Wajib Lapor. (ase)