Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 13 Juli 2017 | 17:00 WIB
  • Tren Pernikahan 2018: Kombinasi Tradisional-Internasional

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Isra Berlian
Tren Pernikahan 2018: Kombinasi Tradisional-Internasional
Photo :
  • Bimo Aria/VIVA.co.id
Contoh dekorasi tema pernikahan botani

VIVA.co.id – Menikah menjadi sebuah momen sakral dan paling ditunggu-tunggu semua calon pengantin. Berbagai persiapan pun dilakukan agar membuat pernikahan menjadi lebih sempurna baik untuk calon mempelai, keluarga maupun para tamu undangan.

Banyak calon pengantin ingin memiliki pesta pernikahan yang sesuai dengan tren saat itu. Lalu, seperti apa tren pesta pernikahan saat ini?

Pemilik ChiChi Wedding Planner and Event Organizer, Selvy Wirdiana menyebut bahwa konsep pernikahan tahun ini, kebanyakan pengantin ingin ada modifikasi dalam pesta pernikahannya. Kendati demikian, mereka tetap menonjolkan kesan tradisional.

"Mereka ingin tradisionalnya dapat tapi enggak mau terlalu yang monoton. Dimasukkan kontemporernya, tapi enggak hanya itu," kata Selvy kepada VIVA.co.id saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Kamis, 13 Juli 2017.

Untuk detail dekorasi pelaminan, tren tahun ini rustik (kayu-kayu, batang pohon yang kering) atau alam. Meski demikian, kesan glamor tetap dihadirkan.

"Walaupun di indoor, tapi tetap menonjolkan ke arah glamor, simple, dan elegan ditambah ornamen fresh flower," ujar dia.

Sementara itu, soal warna didominasi peach, merah, dan gold. Namun, guna memberikan kesan tidak monoton akan diberikan sentuhan warna yang jarang digunakan seperti navy untuk warna pakaian pengantin.

"Namun, sentuhan berbeda akan diberikan pada baju pengantin dengan tujuan untuk menonjolkan ketradisionalannya," tutur dia.

Sementara itu, tren pernikahan tahun depan, Selvy mengungkapkan bahwa temanya masih memadukan unsur internasional dan tradisional.

"Jadi memang lebih ke acara, dalam artian kombinasi keduanya, di mana pelaminan mengambil internasional dengan wedding cake-nya. Di sisi lain, prosesi dan sebagainya menggunakan adat seperti tari-tarian. Jadi konsep internasionalnya masih pegang," ucapnya. (art)