Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 14:05 WIB
  • Kisah Wanita Bertubuh Tambun Sukses Jadi Model

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti
Kisah Wanita Bertubuh Tambun Sukses Jadi Model
Photo :
  • Instagram Silvana Denker
Karya Silvana Denker

VIVA.co.id – Memiliki tubuh yang tak proporsional, atau gemuk seringkali membuat wanita merasa minder dan tak percaya diri. Hal itu pula yang dirasakan oleh wanita bernama Silvana Denker.

Dilansir laman Metro, Kamis, 10 Agustus 2017, dia menceritakan tentang bentuk tubuhnya yang gemuk yang membuatnya merasa malu. Butuh waktu lama untuknya, mencintai tubuh yang dimilikinya.

"Saya sekarang berusia 33 tahun dan akhirnya saya dapat mengatakan bahwa saya menerima dan mencintai diri sendiri," kata Silvana yang berprofesi sebagai fotografer dan model.

"Butuh waktu bertahun-tahun untuk mengenali bahwa saya lebih dari sekadar jumlah dalam skala atau ukuran dalam pakaian saya."

Dia pun mengaku sempat merasa tidak nyaman, bagaimana pun bentuk tubuhnya. "Saya kehilangan berat badan, bertambah berat badan, saya merasa tidak enak bahkan saat saya langsing."

"Saya mengalami gangguan makan. Saya membenci diri saya sendiri. Saya  kehilangan kehilangan kepercayaan diri dan berharap bisa menjadi orang lain."

Pada 2010, persepsi Silvana terhadap tubuhnya berubah, karena sebuah kompetisi pemodelan yang membuat dia sadar bahwa menjadi cantik tidak harus dengan tubuh langsing dan mungil.

Dia tidak memenangkan kompetisi, namun pada akhirnya, dia berhasil menandatangani kontrak dengan agensi model ukuran plus di Jerman.

Silvana menjadi model ukuran plus yang sukses, dia juga merupakan bagian dari komunitas wanita ukuran tubuh plus, dan menemukan hasrat untuk terus menjadi bagian dari dunia fotografi.

Sekarang, dia menggunakan keterampilan artistik dan pelajaran yang dia pelajari untuk memperluas definisi kecantikan dan kecantikan dari perempuan ukuran plus. Tujuannya, hanya untuk membuka pikiran banyak orang bahwa ukuran tubuh besar juga bisa terlihat cantik dan bisa percaya diri.

"Sekarang, saya tahu saya orang baik," kata Silvana. "Tidak ada yang salah dengan saya."

Dia pun terkenang, saat usianya masih muda, dia merasa, punya berat badan yang berlebih adalah salah satu hal terburuk.

"Namun, hari ini saya mengatakan itu adalah hal terbaik yang terjadi pada saya. Tanpa adanya penambahan berat badan, semua ini tidak akan terjadi dalam hidup saya dan saya yakin, saya tidak akan menjadi pribadi saya hari ini."

Dengan rasa percaya dirinya yang tumbuh, Silvana pun memulai proyek besar. Dia memulai dengan membuat kalender yang menampilkan wanita melengkung, diikuti oleh kampanye BodyLove, sebuah proyek melawan intimidasi dan pemujaan tubuh.

Proyek terbarunya, Metalic Curves, merupakan perayaan agung tubuh yang tidak sesuai dengan norma.

Silvana melibatkan para wanita dari komunitas BodyLove-nya, dan juga mengundang wanita lain, jika mereka tertarik mendapatkan emas dan perak untuk pemotretan.

Dia ingin membuat modelnya seperti pahatan, untuk menunjukkan keanggunan dan kecantikannya.

Silvana menjelaskan bahwa pesan dari foto yang dihasilkan itu sederhana, ukuran tubuh plus itu tetap indah.

"Saya harap, orang dapat melihat bahwa tidak hanya satu tubuh yang sempurna, kita semua berbeda dan itu hebat," katanya.

"Wanita kurus terlihat elegan juga, mereka bisa melakukan akrobatik pose dan terlihat menakjubkan.

"Atmosfernya luar biasa. Kami bersenang-senang bersama. Pemotretan lukis metalik merayakan keindahan ukuran tubuh plus."

"Para wanita saling melukis tubuh dan saling membantu untuk membersihkan punggung mereka dari pewarnaan setelah sesi pemotretan."

Beberapa wanita kemudian mengatakan, kegiatan ini memberi mereka kepercayaan diri. Yang terbaik adalah, mereka semakin kompak, saling bertukar informasi setiap hari dan mengerjakan proyek bersama.

"Kami menjadi teman dan saling membantu, itu luar biasa. Bisa melakukan semua ini dan memiliki wanita luar biasa ini dalam hidup saya, sangat membahagiakan."

Silvana pun merasa bahagia, mereka para wanita bertubuh tambun dilibatkan dan diberi kepercayaan untuk andil dalam proyek pemotretan.

Tentu saja, proyek ini hanyalah sebagian kecil dari dari sebuah gerakan yang membantu mempromosikan rasa cinta pada diri sendiri dan berusaha menerima kelebihan dan kekurangan tubuh.

"Saya berharap, orang atau terutama media berhenti berbicara tentang tubuh wanita yang besar adalah sesuatu yang buruk," dia menjelaskan.

"Stretch mark atau selulit, misalnya. Ini adalah sesuatu yang benar-benar normal yang diberikan alam kepada kita sehingga kita bisa mendapatkan anak-anak."

"Tidak ada cara yang salah untuk memiliki tubuh besar dan kita harus berhenti mengiklankan bahwa satu tubuh lebih baik dari pada yang lain." (asp)