Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 11 September 2017 | 15:20 WIB
  • Wanita dengan Aroma Parfum Maskulin Lebih Memikat Pria

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati
Wanita dengan Aroma Parfum Maskulin Lebih Memikat Pria
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi parfum

VIVA.co.id – Bagi Anda wanita yang tidak menyukai aroma parfum bunga atau buah, tak perlu merasa aneh. Itu karena Anda tidak sendiri.

Menurut survei terbaru dari Inggris, kebanyakan wanita saat ini menghindari aroma feminin klasik dan mencoba menampilkan sisi maskulin mereka, dengan memakai parfum yang lebih maskulin. Survei yang dilakukan Showertoyou.co.uk dan Fragrantica terhadap 66 ribu wanita tentang aroma parfum favorit mereka, menemukan kebanyakan wanita memilih aroma kayu dan pedas dibanding bunga.

"Orang-orang ingin menjadi berbeda, dan kami ingin mencium bau yang unik," kata Vincy Valenza, Manajer Ballantynes di Christchurch, seperti dilansir dari Stuff, Senin 11 September 2017.

Menurutnya, parfum beraroma pedas oriental dengan campuran bau kayu yang dibuat perusahaannya menjadi salah satu parfum yang banyak diminati. Kata dia, itu lantaran aroma parfum tersebut tidak biasa.

"Masih ada wanita yang setia dengan aroma bunga, tetapi ketika wanita ingin mencoba sesuatu yang baru, mereka sering mencoba aroma yang lebih maskulin atau jeruk," ujarnya.

Valenza menambahkan, bagi wanita yang ingin menjadi lebih berani, aroma maskulin cenderung menjadi pilihan. Sebab, aroma maskulin menciptakan sesuatu yang lebih hangat dan kuat.

Selain membuat wanita lebih kuat, juga tampak lebih menarik bagi pria. Survei tersebut menemukan 63 persen pria lebih suka aroma maskulin dari seorang wanita, meskipun faktanya bahwa banyak pria sekarang menghindari aroma kayu atau pedas dan jeruk.

"Wanita akan lebih maskulin, sementara beberapa laki-laki akan lebih feminin dengan aroma mereka," kata Bronwyn Hammond, spesialis pada merek parfum Tom Ford.

Dia melihat banyak wanita tertarik dengan aroma yang berhubungan dengan hutan atau kayu, yang dianggap lebih maskulin oleh sebagian orang. Kendati demikian, menurut Hammond, aroma parfum saat ini bersifak unisex atau bisa dipakai oleh kaum Adam maupun Hawa. (ren)