Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 19 Oktober 2017 | 09:00 WIB
  • Begini Konsep Pernikahan Putri Jokowi 

  • Oleh
    • Finalia Kodrati
Begini Konsep Pernikahan Putri Jokowi 
Photo :
  • Instagram Kahiyang Ayu
Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution

VIVA – Pernikahan putri Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution tinggal menghitung hari. Kahiyang dan Bobby akan melangsungkan pernikahan pada 8 November 2017. Segala persiapan sudah dilakukan demi kelancaran pernikahan anak kedua Jokowi tersebut.

Menurut juru bicara keluarga, Gibran Rakabuming Raka, konsep yang akan digunakan dalam pernikahan adiknya adalah Jawa tradisional. 

"Kebetulan untuk yang di Solo nanti prosesinya Jawa tradisional," katanya saat diwawancara di Apa Kabar Indonesia Pagi, tvOne, Kamis 19 Oktober 2017.

Untuk penata rias, Gibran belum bersedia untuk menceritakannya dengan lengkap. Hanya saja, ia menjelaskan bahwa semua yang terlibat untuk merias Kahiyang di hari bahagianya tersebut berasal dari Solo. 

"Penata rias, kami kerja sama dari juru rias solo, Jawa tradisional," ungkapnya.

Sementara itu, untuk prosesi pernikahan akan dilakukan selama dua hari, pada 7 dan 8 November 2017. Sejumlah prosesi Jawa akan dilakukan Jokowi dan keluarga dalam pernikahan Kahiyang.

"Mulai tanggal 7 (November) itu ada siraman, di paginya. Malamnya digelar midodareni. Nanti juga ada bleketepe sebelum siraman," ujar ayah satu anak ini.

Ia menjelaskan, untuk prosesi di pernikahan Kahiyang lebih lengkap dibanding pernikahan dirinya dua tahun lalu. Sementara itu, untuk pestanya akan dihelat secara standing party. Untuk dekorasi ruangan dan pelaminan tetap mengambil konsep Jawa tradisional. 

"Ada beberapa bunga yang ditentukan kami dari awal. Untuk detailnya nanti saja," ujar Gibran yang juga mengungkapkan bahwa dalam pernikahan di Solo nanti tidak ada prosesi dari Tapanuli Selatan, asal Bobby. 

Sayangnya, Gibran tak bersedia membahas konsep busana yang akan dikenakan adiknya di momen spesial tersebut. "Kalau orang Jawa pamali membicarakan baju pengantin," dia menjelaskan. (art)