Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 09:59 WIB
  • Eksplorasi Tren Mode Lintas Dekade Jadi Busana Kekinian

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Linda Hasibuan
Eksplorasi Tren Mode Lintas Dekade Jadi Busana Kekinian
Photo :
  • Instagram.com/restuanggraini
Label ETU karya desainer Restu Anggraini.

VIVA – Lama tidak terdengar kabarnya, kali ini desainer Restu Anggraini kembali menampilkan koleksi terbarunya. Membawa label ETU, koleksi tersebut terinspirasi dari gaya busana tahun 40-an hingga 60-an.

Bertajuk Interdecadal, Restu ingin mengolah kembali arsip tren dari masa lampau yang telah menjadi bagian dari tendensi perputaran fesyen. Sebab menurutnya fesyen merupakan salah satu warisan berharga yang dapat diolah dan dikembangkan sesuai pergerakan zaman.

Terdapat 12 busana yang dihadirkan dalam koleksi musim semi/panas 2018. Koleksi tersebut diakui membutuhkan riset yang tidak mudah untuk menghasilkan sebuah tampilan yang segar dan kekinian.

“Saya ingin mengolah tren 40-an sampai 60-an menjadi sebuah busana yang segar dan kekinian,” ucap Restu saat ditemui di Senayan City, Jakarta, Senin malam, 23 Oktober 2017.

Dia menuturkan bahwa rangkaian koleksi modest wear ini terlahir dari hasil eksplorasi tren fesyen lintas dekade. Dalam koleksinya nanti akan terlihat siluet era 40-an yang menekankan pada garis pinggang dipadukan lurus ala era 60-an.

Koleksi tersebut menampilkan gaya yang minimalis, klasik, elegan dengan nuansa feminin yang bersahaja. Hadir pula power suit yang diadaptasi dari tren 40-an sebagai wujud selebrasi semangat feminisme.

Untuk materialnya, sang perancang menggunakan wool-twill, organdi dan twilk blend dengan motif dan palet bernuansa genderless. Koleksi ini juga tampak atraktif dengan memainkan garis rancang maskulin dan feminin dalam proporsi yang seimbang demi menciptakan tampilan modest yang kekinian.

“Aku ingin balik lagi ke sejarah fesyen jadi cuttingan-nya lebih bermain pada garis pinggang dan banyak bermain pada suit. Sentuhan feminin dan maskulin juga tampil dalam proporsi yang seimbang demi menciptakan busana modest yang appropriately stylish,” tutur Restu.