Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 18:58 WIB
  • Anies Pakai Batik Parang Temui Jokowi, Ini Maknanya

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Ade Alfath
Anies Pakai Batik Parang Temui Jokowi, Ini Maknanya
Photo :
  • Ade Alfath
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bolak-balik ke Istana Negara dalam dua hari terakhir. Pertama saat rapat koordinasi, dan kedua saat pertemuan khusus dengan Presiden Jokowi pada hari ini, Rabu, 25 Oktober 2017.

Dalam dua kali kunjungannya itu, jenis batik yang digunakan Anies menjadi sorotan. Anies mengenakan batik parang yang merupakan salah satu jenis batik tertua.

Batik parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal.

Dalam penelusuran dari berbagai sumber, batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo) dan dulunya hanya bisa dipakai oleh raja, penguasa, dan kesatria.

Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam.

Sebagai salah satu motif batik dasar yang paling tua, batik parang ini memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga.

Garis diagonal lurus melambangkan penghormatan dan cita-cita, serta kesetiaan kepada nilai yang sebenarnya. Dinamika dalam pola parang ini juga disebut ketangkasan, kewaspadaan, dan kontinuitas antara pekerja dengan pekerja lain.

Saat ini batik parang telah mengalami perkembangan dan muncul dalam berbagai motif yang berbeda namun tetap mencirikan motif batik parang.

"Jenis Batik Parang yang digunakan Pak Anies sendiri merupakan jenis batik parang barong," ujar salah satu tim Anies, dalam keterangan resminya.

Motif batik parang barong ini berasal dari kata batu karang dan barong (singa). Parang barong merupakan parang yang paling besar dan agung, dan karena kesakralan filosofinya, motif ini hanya boleh digunakan untuk raja, terutama dikenakan pada saat ritual keagamaan dan meditasi.

Motif ini diciptakan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta.

Kata barong berarti sesuatu yang besar dan ini tercermin pada besarnya ukuran motif tersebut pada kain. Motif parang barong ini merupakan induk dari semua motif parang. Motif ini mempunyai makna agar seorang raja selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri. (ase)