Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 08:00 WIB
  • 7 Mitos yang Tak Selalu Benar soal Jerawat

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Linda Hasibuan
7 Mitos yang Tak Selalu Benar soal Jerawat
Photo :
  • instagram.com/mpparismen/
Model berjerawat di Milan Men's Fashion Week

VIVA – Timbulnya jerawat merupakan hal yang paling menyebalkan. Bagaimana tidak, selain merusak percaya diri, jerawat yang timbul sering kali meninggalkan bekas di wajah.

Untuk menghilangkan jerawat, tentunya Anda harus menyingkirkan berbagai mitos dalam pikiran Anda. Berikut ini beberapa mitos dan cara bagaimana menghilangkan jerawat tersebut dengan cepat menurut Bright Side.

Pola makan

Sebuah penelitian lama telah mengklaim bahwa tidak ada hubungannya antara apa yang Anda konsumsi dan jerawat. Namun penelitian modern membuktikan hal sebaliknya.

Gula dinilai mengandung banyak insulin dan menyebabkan jerawat. Hindari produk dengan indeks glisemik tinggi, seperti roti putih, soda, coklat, dan bir karena dapat meningkatkan produksi sebum yang menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Makanlah produk yang akan membantu Anda menjaga kulit tetap bersih dengan indeks glikemik rendah, seperti roti gandum, kacang mete, kembang kol, dan timun yang membantu mengurangi penyebaran jerawat.
Sedangkan kandungan zinc yang ada dalam telur, daging, jamur, dan makanan laut ternyata bisa membantu mengembalikan kulit yang bermasalah.

Merokok

Banyak orang berpikir bahwa merokok menyebabkan jerawat. Tidak diragukan lagi, penggunaan tembakau adalah kebiasaan buruk, namun tidak menimbulkan jerawat yang berlebih.

Merokok sejatinya hanya memperburuk regenerasi kulit dan memperlambat penyembuhan jerawat. Jika Anda berhenti merokok, maka kulit akan terlihat lebih baik karena aliran oksigen pada kulit Anda akan meningkat.

Riasan dekoratif

Tidak semua kosmetik itu buruk bagi kulit. Gunakan produk yang ditandai sebagai noncomedogenic karena diproduksi khusus untuk kulit bermasalah dan hindari kosmetik yang mengandung alkohol dan minyak. 

Alkohol dapat mengeringkan kulit dan menyebabkan iritasi kulit, yang pada gilirannya, menyebabkan jerawat. Untuk itu pastikan kosmetik Anda harus mengandung lidah buaya, retinol, peptida 10 yang dapat memperbaiki penyembuhan jerawat karena merangsang produksi kolagen.

Berjemur dibawah sinar matahari

Sinar UV merangsang kerja kelenjar sebaceous, yang menyebabkan munculnya jerawat baru. Itu sebabnya melakukan tanning sangatlah dilarang jika Anda memiliki jerawat. 

Gunakan tabir surya untuk kulit bermasalah. Ini akan melindungi kulit dari sinar matahari dan penyebaran jerawat.

Stres penyebab jerawat

Timbulnya jerawat baru bukanlah akibat dari stres, tetapi memang Anda sudah memiliki jerawat terlebih dahulu. Itu membuat Anda semakin stres dan akhirnya memperburuk keadaan.
 
Rajin mencuci muka

Jerawat serta komedo disebabkan oleh penyumbatan pori-pori karena kelebihan sebum. Itu sebabnya meski Anda mencuci muka sebanyak yang Anda mau, jerawatnya tidak akan berkurang. Mencuci wajah terus menerus akan menyebabkan iritasi lebih lanjut.
 
Pasta gigi bantu hilangkan jerawat

Pasta gigi mengandung baking soda, essential oil, hydrogen peroxide, mentol, dan triclosan yang berfungsi untuk mengeringkan jerawat. Hanya saja hal tersebut juga bisa menyebabkan iritasi dan ruam pada kulit. 

Sebaiknya gunakan perawatan jerawat berbasis benzoil peroksida, yang dikembangkan untuk menyembuhkan jerawat.