Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 16:11 WIB
  • Kahiyang Ayu Pakai Dodot di Pernikahan, Ini Maknanya

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Linda Hasibuan
Kahiyang Ayu Pakai Dodot di Pernikahan, Ini Maknanya
Photo :
  • Instagram @allseasonsphoto
Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

VIVA – Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, segera mengakhiri masa lajangnya dengan dipersunting oleh pemuda Batak, Bobby Nasution. Pernikahan adat Jawa tradisional Kahiyang dan Bobby akan digelar di Gedung Graha Saba Buana pada Rabu, 8 November 2017.

Soal busana pengantin, perias asli solo, Endang Soendari Soemaryono, mengungkapkan akan ada dua konsep. Pada pertemuan mempelai pria dan wanita usai prosesi akad, Kahiyang bakal memakai busana Putri Solo.

Sementara pada resepsi malam hari, wanita berusia 26 tahun itu akan tampil ayu dalam balutan busana basahan atau dodot. Busana pernikahan Kahiyang dirancang oleh desainer langganan keluarga Jokowi, Tuty Adib.

"Saat akad dan ijab panggih menggunakan konsep Putri Solo. Sedangkan saat resepsi mengenakan konsep basahan ala Keraton Solo, jad mantennya pakai dodot basahan," kata dia.
 
Dikutip dari berbagai sumber, busana Solo Basahan ini dikenal dengan dodot, di mana mempelai memakai kain batik kembem panjang dan lebar batik yang memiliki ukuran 4-5 meter dengan lebar 2-3 meter. Corak batik yang sering digunakan adalah tanaman hutan atau alas-alasan, seperti Sido Mukti, Sido Asih, Semen Rama, dan Truntum.

Corak tersebut mempunyai makna filosofi yang sangat bagus berupa harapan akan berlangsungnya kehidupan rumah tangga yang kekal, saling berbagi dan mengisi dengan cinta kasih dan harapan akan dikaruniai hidup sejahtera.

Selain kain panjang, pengantin wanita akan memakai pakaian dalam dan selendang kecil (udet) berupa kain sutra motif cinde. Konon motif ini merupakan lambang sisik naga, yaitu simbol kekuatan. Adapun sumber lain mengatakan bahwa motif cinde sebagai penghormatan kepada Dewi Sri, dewi kesuburan dan kemakmuran. (ren)