Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 16:49 WIB
  • Barang Fesyen Paling Banyak Diburu Pembeli Daring

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Isra Berlian
Barang Fesyen Paling Banyak Diburu Pembeli Daring
Photo :
  • Halomoney.
Ilustrasi Belanja Online.

VIVA – Semakin majunya perkembangan teknologi, berdampak positif pada para penggunanya. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi dalam berbelanja.

Budaya belanja online atau daring semakin diminati terutama oleh kaum wanita, karena alasan kepraktisan. Dan dalam sebuah riset yang dilakukan platform MatahariMall.com di Jabodetabek, Bandung, Medan, Surabaya, Makassar dan Yogyakarta, menunjukkan wanita yang berbelanja melalui online atau daring didominasi oleh wanita dengan rentang usia 26 hingga 35 tahun.

"Berdasarkan data MatahariMall.com, 29 persen konsumen yang berbelanja online berusia 18 hingga 25 tahun dan 49 persen berusia 26 hingga 35 tahun," kata CEO MatahariMall.com, Hadi Wenas dalam konferensi pers di Kawasan SCBD Jakarta, Rabu 15 November 2017.

Dari data itu pula diketahui, item barang yang sering dibeli melalui platform belanja daring tersebut mencakup kebutuhan sehari-hari. Di mana sebesar 70 persen barang yang dibeli adalah fesyen, 16 persen berkaitan dengan alat elektronik dan sisanya 2 persen berkaitan dengan gaya hidup. Hal ini berbeda dengan pria yang lebih mengincar barang-barang elektronik.

Lebih lanjut Hadi mengatakan, sebelum melakukan pembelian produk-produk kebutuhan tersebut, umumnya seseorang akan melakukan perisetan atau mencari tahu mengenai produk yang ingin dibelinya. Dari riset tersebut diketahui, wanita akan melakukan pencarian dua kali lebih lama dibandingkan dengan pria.

"Jika rata-rata pria dua atau tiga kali melakukan perbandingan sebelum akhirnya membeli, wanita malah bisa lima hingga enam kali melakukan perbandingan sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian," tuturnya.

Dia menjelaskan, dari data itu pula diketahui bahwa lebih dari 83,6 persen wanita mementingkan nilai tambah dalam berbelanja dibandingkan dengan tempat berbelanja. Sedangkan 16,4 persen wanita tercatat setia berbelanja di salah satu platform baik daring (online) maupun luring (offline). (mus)