Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 29 November 2017 | 09:40 WIB
  • Enggak 'Nyangka', Tangerang Selatan Punya Batik-batik Kece!

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Linda Hasibuan
Enggak 'Nyangka', Tangerang Selatan Punya Batik-batik Kece!
Photo :
  • Istimewa
Busana dari Batik Tangerang rancangan Ian Adrian.

VIVA – Batik merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang tidak pernah mati. Kreativitas dan eksplorasi batik selalu menghadirkan sisi lain dari kain tradisional ini.

Seperti halnya daerah lain yang memiliki keragaman dan keindahan kain batik, Kotamadya Tangerang Selatan juga memiliki batik khasnya. Dinakhodai atau di bawah komando Wali Kota Airin Rachmi Diany S.H., M.H., M.kn, kini lahir sejumlah pengrajin batik di Tangsel.

Dalam pertumbuhannya, meski perlahan namun pasti, batik Tangsel berkembang dan memiliki ciri khas dengan gaya etnik yang terinspirasi dari sejarah serta peninggalan kolonial. Misalnya, Ian Adrian sebagai salah satu desainer Tanah Air yang setahun belakangan ini mengesplorasi batik Tangsel.

"Saya sedang mendapat amanat dan kepercayaan dari Pemerintah Kotamadya Tangeran Selatan untuk mengeksplorasi batiknya," ujar Ian dalam siaran pers yang diterima VIVA, Rabu, 29 November 2017.

Busana dari Batik Tangerang.

Sebagai insan fesyen, Ian mengaku dalam pengerjaan batik Tangsel tak jauh berbeda dengan daerah lain yaitu tetap menggunakan canting, malam dan cap.

Kendati tidak memiliki motif secara khusus, pembuatan Batik Tangsel terinspirasi dari lingkungan, adat istiadat, kuliner, alam, flora dan fauna yang ada di wilayah tersebut.

Tak kalah menarik,  berdasarkan sejarahnya, Tangsel pun tidak lepas dari pengaruh budaya Tionghoa yang tercermin melalui motif Naga, Banyi, Kipas dan Klenteng, juga kolonial Belanda serta budidaya Anggrek Ungu  jenis Van Douglas. Tak pelak, Ian pun menghadirkan eksplorasi batiknya melalui rancangan busana siap pakai yang kekinian.

Busana dari Batik Tangerang.

Terlihat busana bergaya feminin dengan sentuhan elegan hadir dalam beberapa koleksinya. Beberapa item fesyen yang ditampilkan, seperti blus, rok, celana dan dress.

“Berdasarkan sejarahnya, Tangsel tidak lepas dari pengaruh budaya Tionghoa. Untuk itu, saya menghadirkan beberapa koleksi dengan yang tercermin melalui motif Naga, Banyi, Kipas dan Klenteng juga kolonial Belanda,” ucap dia.