Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 09:42 WIB
  • Weh Island Night Carnival Tampilkan Karya Desainer Muda Aceh

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Dani Randi (Banda Aceh)
Weh Island Night Carnival Tampilkan Karya Desainer Muda Aceh
Photo :
  • VIVA.co.id/Dani Randi (Aceh)
Para peserta Karnaval Budaya di Sabang, Aceh.

VIVA – Beragam cara dalam memperkenalkan budaya daerah ke masyarakat luas. Bisa lewat busana, objek wisata, kuliner dan lainnya. Misalnya Weh Island Night Carnival, yang digagas oleh Kementerian Pariwisata RI untuk mengangkat budaya Aceh ke wisatawan yang berkunjung ke Sabang.

Weh Island Night Carnival 2017 yang digelar di Sabang Fair menampilkan sejumlah event. Salah satu yang menarik sorotan pengunjung ialah competition model dan fashion show yang diikuti sebanyak 20 peserta.

Busana yang digunakan pada kompetisi itu dikemas sedemikian rupa oleh para desainer muda dari Aceh. Tentunya, busana yang ditampilkan memadukan ragam kesenian dan budaya Aceh. Mulai dari busana menyerupai Masjid Raya Baiturrahman, jangkar dan biota laut Sabang, hingga senjata khas Aceh yaitu rencong dan sebagainya. Kemudian ada pula desainer yang mengkreasikan busana dengan lampu hias LED.

Nabil Cartin, desainer muda asal Aceh yang memenangkan competition fashion show di event itu mengatakan, ajang tersebut sangat membantu para desainer Aceh untuk mengeluarkan ide kreatif, agar bisa menampilkan karya-karyanya.

Menurut Nabil, sebenarnya desainer Aceh sangat berbakat. Bahkan, banyak karya desainer Aceh yang sering ikut di ajang fesyen di tingkat Nasional maupun internasional. Namun, karena minimnya event fashion show di Aceh membuat para desainer Aceh kurang berkembang.

“Desainer Aceh berbakat sekali, bahkan kita juga sering dipakai buat baju di Nasional, tapi kurang di-expose dan minim ajang fesyen, makanya kita sering tertutup,” katanya usai kegiatan Weh Island Night Carnival 2017, di Sabang Fair, Aceh, Pada Rabu malam, 29 November 2017.

Agenda Tahunan

Dengan adanya kegiatan itu, bagi Nabil, desainer Aceh sangat terbantu sekaligus memicu mereka menampilkan karya-karya terbaik. Ia berharap, event seperti ini bisa menjadi agenda tahunan, untuk lebih mempromosikan desainer lewat karya yang dibalut dengan budaya.

Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya dari Kementerian Pariwisata, Wawan Gunawan, yakin event ini bisa menjadi kegiatan yang berkelanjutan.

Usai kegiatan tersebut, kata dia, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap potensi-potensi yang bisa mendongkrak pariwisata dan budaya Aceh, termasuk para desainer yang mengangkat nilai budaya dalam setiap karyanya.

“Kami di kementerian selalu berupaya untuk mempromosikan potensi-potensi yang ada di daerah ini, menjadi event atraksi untuk daya tarik pariwisata,” katanya pada VIVA usai menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba competition model dan fashion show. (ren)