Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 16 Oktober 2017 | 17:55 WIB
  • Paviliun Indonesia Ikut Pameran Arsitektur Bergengsi Dunia

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Ayu Utami Paramitha
Paviliun Indonesia Ikut Pameran Arsitektur Bergengsi Dunia
Photo :
  • Istimewa
Kurator Terpilih Kegiatan Venice Architecture Biennale 2018

VIVA.co.id – Indonesia akan ikut dalam Venice Architecture Biennale (VAB) 2018 yang berlangsung pada 26 Mei hingga 25 November 2018 di Giardini dan Arsenale di Venesia, Italia. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Ikatan Arsitektur Indonesia tengah mempersiapkan para kurator.

Pameran dua tahunan yang dikenal juga dengan nama La Biennale Di Venezia ini adalah salah satu pameran arsitektur bergengsi dunia. Seperti penyelenggaraan pameran sebelumnya, tahun 2018 nanti pameran ini juga berlangsung selama enam bulan yaitu dari tanggal 26 Mei hingga 25 November 2018.

Proses akhir dari kegiatan open call atau Seleksi Kurator Paviliun Indonesia untuk mencari kurator yang memiliki ide atau konsep tema terbaik untuk dijadikan tema utama Paviliun Indonesia pada tahun 2018 di VAB kini telah memasuki babak akhir penjurian lima finalis.

“Kurator terpilih beserta timnya akan menjadi penanggung jawab substansi pameran termasuk rancangan paviliun, buku atau katalog pameran, serta berbagai program acara Paviliun Indonesia," kata Wakil Kepala Bekraf sekaligus Ketua Komisioner Venice Architecture Biennale 2018, Ricky Joseph Pesik, seperti dikutip dari siaran persnya di Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.

Dari kelima finalis ini Dewan juri memutuskan peserta nomor urut  VAB 010 dengan tema Sunyata menjadi wakil Indonesia untuk merancang konsep Paviliun Indonesia di VAB 2018. Ricky mengatakan keikutsertaan Indonesia dengan harapan agar Paviliun Indonesia mendapat banyak perhatian dunia.

Dijelaskan Ricky, para kandidat kurator Paviliun Indonesia menjawab tema besar pameran kali ini dengan menggali sebesar-besarnya kekayaan, perkembangan dan potensi arsitektur Indonesia yang ada saat ini.

Mereka juga dapat menggugah, membangun diskursus bagaimana perkembangan arsitektur di Indonesia di masa mendatang seharusnya. Diharapkan format pameran Paviliun Indonesia tidak sekadar menampilkan materi secara menarik, namun juga menyajikan suatu format kontemporer terbaru.

"Tim ini harus terdiri dari Arsitek dan atau desainer atau seniman yang memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian, pengembangan, desain pameran secara orisinal dan profesional," ujar anggota dewan juri seleksi kurator paviliun Indonesia ini.

Selama proses seleksi ini, Badan Ekonomi Kreatif tidak bekerja sendirian namun bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia, dan perorangan yang mewakili berbagai profesi dan keahlian.