Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 04:00 WIB
  • Penjara Terbengkalai Diubah Jadi Hunian yang Chic

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
Penjara Terbengkalai Diubah Jadi Hunian yang Chic
Photo :
  • Istimewa
Penjara Bijlmerbajes di Amsterdam, Belanda

VIVA.co.id – Umumnya sebuah perusahaan akan membangun sebuah kompleks perumahan di sebuah lahan kosong. Namun, sebuah perusahaan properti di Belanda, tidak melakukan hal yang serupa.

Perusahaan OMA, akan mengubah penjara Bijlmerbajes yang terbengkalai di Amsterdam, Belanda, menjadi sebuah hunian yang chic.

Dilansir dari laman, Nine, Senin 16 Oktober 2017, mereka akan membangun hampir 1.350 unit tempat tinggal yang tertata rapi. Ini dilakukan pihaknya, mengingat banyaknya bangunan penjara yang terbengkalai di Amsterdam.

Ini terlihat dari dua dekade terakhir populasi yang mengisi penjara Belanda menurun. Hal itu berdampak pada banyaknya sel-sel kosong dan terbengkalai. Sama seperti penjara Bijlmerbajes yang akhirnya ditutup pada 2016 lalu.

"Kompleks yang terletak di pusat Kota Amsterdam ini masih kurang dimanfaatkan. Sementara, permintaan pasar terhadap hunian rumah di daerah ini begitu besar," kata Arsitek OMA, David Gianotten.

Dia menambahkan, regenerasi Bijlmerbajes menjadi area perumahan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan perumahan di lokasi yang sangat sentral dan menarik ini di Amsterdam.

Ia pun menjanjikan memberikan pengalaman hidup yang asri kepada calon penghuninya. Sebab, pihaknya akan fokus membuat lingkungan tersebut ramah lingkungan.

"Kompleks ini akan menjadi lingkungan yang sangat bebas mobil, dengan taman dan ruang untuk rekreasi dan kebugaran," kata David.

Selain itu, dalam rencana pembangunan kompleks ini, pihaknya pun akan mengubah menara tua menjadi menara sebuah menara hijau. Menara ini akan diisi oleh taman umum yang menampilkan konsep pertanian perkotaan Belanda.

Beberapa struktur asli milik penjara akan mengalami sedikit renovasi, seperti ruang boiler dan gereja penjara. Proyek ini rencananya akan dimulai pada awal 2018. (asp)