Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 15 Juli 2017 | 09:59 WIB
  • Memilih Alternatif Material Rumah Pengganti Kayu

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Raudhatul Zannah
Memilih Alternatif Material Rumah Pengganti Kayu
Photo :
  • Oki House
Ilustrasi Interior Rumah

VIVA.co.id – Memilih kayu sebagai tampilan rumah. menjadi salah satu hal menarik. Karena, kayu memiliki struktur yang terkesan alami dan memiliki daya tarik tersendiri. Kayu juga memberikan suasana hangat pada rumah.

Namun kini, memilih kayu sebagai bahan bangunan bukanlah hal yang mudah. Selain harganya yang mahal untuk kualitas terbaik, belum tentu semua orang juga mampu untuk merawatnya.

Nah, berbicara soal kayu, tak perlu mengaplikasin kayu terbaik pada rumah. Banyak referensi lain untuk bangunan rumah menyerupai kayu. Yang memungkinkan harga lebih terjangkau dan mudah dalam perawatannya.

Berikut, pilihannya berdasarkan rangkuman VIVA.co.id :

1. HPL (High Pressure Laminate)

HPL merupakan lembar laminasi yang umumnya digunakan untuk melapisi permukaan mebel. HPL seringkali ditemui pada kabinet dapur, yang tak hanya warnanya saja yang menyerupai kayu. Tetapi, tekstur HPL pun menyerupai kayu.

Kelebihan HPL dibandingkan kayu adalah kekedapannya terhadap air. Meski tak menutup kemungkinan bahwa perekat sewaktu-waktu akan terlepas jika terkena air. Sehingga, dalam merawatnya, Anda harus memastikan permukaannya selalu kering.

2. Vinyl

Vinyl adalah material yang terdiri dari beberapa lapisan, yaitu compact layer, glass fiber, dan printing layer. Lapisan terluar dari vinyl yang paling menarik, karena terlihat mengkilap dan terkesan licin. Kelebihan material ini adalah antikuman dan antigores.

Selain itu, vinyl termasuk material yang tahan benturan, lebih stabil, dan tak mudah retak. Bahkan, mampu meredam panas dan suara. Meski memiliki lapisan antigores, ada baiknya sesuaikan jenis material dengan intensitas lalu lintas orang. Sehingga tempatkan di area privat seperti di kamar tidur.

3. Keramik

Teknologi digital saat ini, sudah memungkinkan diproduksinya keramik dengan tampilan yang sangat mirip dengan kayu. Tak hanya secara visual, terkstur keramik pun akan menjadi sangat mirip dengan kayu. Bahkan, kealamian kayu pun sangat terasa pada keramik.

Meski begitu, dalam pemasangannya harus disesuaikan dengan tekstur keramik dan penempatan posisi antara dalam ruang, atau ruang luar. Sehingga, memungkinkan perawatan keramiknya menjadi lebih baik dan teratur. (asp)