Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 28 Oktober 2017 | 12:56 WIB
  • Ekspedisi 28 Gunung Diganjar Rekor MURI

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Diza Liane Sahputri
Ekspedisi 28 Gunung Diganjar Rekor MURI
Photo :
  • VIVA.co.id/Diza Liane Sahputri
MURI beri penghargaan ke tim ekspedisi 28 gunung di Indonesia

VIVA – Ekspedisi 28 Gunung oleh Eiger dalam memaknai peringatan Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari ini, Sabtu, 28 Oktober, resmi tercatat dalam rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Pembacaan teks Sumpah Pemuda dilakukan secara serentak di 28 puncak gunung di Tanah Air.

Kemewahan alam Tanah Air tercerminkan pada ragam gunung dari Sabang hingga Merauke. Karenanya, Eiger melalui Ekspedisi 28 Gunung ini mengirim tim inti sekitar 100 orang untuk mendaki gunung tersebut.

"Terdapat sekitar 100 orang yang kami kirim untuk mendaki ke 28 gunung dari Provinsi Sumatera hingga Papua. Pemilihan 28 gunung ini dipilih karena mampu mewakili keanekaragamam hayati di tiap medan tropis dengan berbagai karakteristiknya. Ini sebagai riset kami untuk mencatat kebutuhan mendaki dengan design by activity," ujar Ketua Tim Ekspedisi 28 Gunung, Galih Donikara, dalam Temu Media Ekspedisi 28 Gunung di Toko Eiger Bandung, Sabtu 28 Oktober 2017.

Tim tersebut telah mencapai puncak 28 gunung pada hari ini untuk membacakan teks Sumpah Pemuda secara serentak dan ditayangkan secara live streaming. Dengan aktivitas yang menggambarkan kecintaan para pemuda pada Tanah Air, momen ini diganjar piagam MURI yang jatuh tepat pada Hari Sumpah Pemuda. Piagam tersebut diberikan langsung oleh CEO dan Penggagas MURI, Jaya Suprana.

"Saya kagum dengan momen yang dibentuk Eiger dan saya akui sebagai rekor dunia," ujarnya sambil memberikan piagam.

Gunung yang terpilih mulai dari Provinsi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Kepulauan Sunda Kecil, dan Papua. Sebanyak 28 gunung tersebut, yakni Kemiri, Sibuatan, Talang, Kerinci, Masurai, Dempo, Patah, Pesagi, Pulosari, Ciremai, Slamet, Semeru, Merapi, Palung, Halau-halau, Beriun, Klabat, Tambusisi, Rore Katimbu, Gandang Dewata, Mekongga, Latimojong, Rinjani, Tambora, Koya-koya, Kelimutu, Binaiya, dan Carstensz. (ren)