Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 31 Oktober 2017 | 08:28 WIB
  • Cerita Khofifah Jadi Tokoh Inspiratif

  • Oleh
    • Beno Junianto
Cerita Khofifah Jadi Tokoh Inspiratif
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Khofifah Indar Parawansa (baju merah) saat ziarah ke makam Bung Karno

VIVA – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Tokoh Teladan Inspiratif 2017 atas kerja keras dan dedikasinya pada bangsa.

Penghargaan dari Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny, Surabaya, ini diserahkan oleh Rektor IAI,  Prof. Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, dalam Rapat Terbuka Senat Institut Agama Islam Al Khoziny dalam rangka wisuda sarjana dan pascasarjana Institut Agama Islam Al-Khoziny.

"Penghargaan ini mendorong saya untuk semakin fokus dalam memberikan layanan dan sapaan kepada masyarakat," ujar Khofifah melalui siaran pers, Selasa 31 Oktober 2017.

Khofifah mengatakan sebagai pejabat publik dan pembantu Presiden, ia berupaya menjalankan tugas dengan maksimal. Menguatkan jejaring, mencari terobosan layanan termasuk inovasi teknologi bansos nontunai bersama Himbara, mempelajari sukses dari berbagai negara pelaksana program perlindungan sosial, menghadirkan narasumber berkelas internasional, termasuk dari kantor pusat  Bank Dunia secara non-APBN,  harapannya  Layanan kepada masyarakat makin hari makin membaik, makin transparan dan makin akuntabel.

"Saya mengajak tim internal Kementerian Sosial bekerja sangat keras dengan berbagai indikator ketepatan, yaitu tepat waktu, tepat sasaran, tepat administratif, tepat jumlah dan  tepat kualitas. Saya juga mendorong maksimalisasi jejaring seiring dengan pentingnya membangun public - private partnership," ujarnya.

Khofifah memberikan pesan kepada generasi millenial, untuk hidup apa adanya, merasa sudah cukup,   tidak tergerak untuk  merespons dan tidak tergerak untuk  berkompetisi. Mungkin merasa telah berlari mengejar ketertinggalan namun kecepatannya kurang sehingga hasilnya kurang maksimal.

"Sekali lagi respons terhadap perubahan informasi dan teknologi ini penting  segera dikaji, ditelaah dan segera mengambil keputusan. Kami pun di Kementerian Sosial melakukannya," terangnya. (one)