Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 12:28 WIB
  • Makna Siraman dari Rangkaian Prosesi Pernikahan Kahiyang Ayu

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Ayu Utami Paramitha
Makna Siraman dari Rangkaian Prosesi Pernikahan Kahiyang Ayu
Photo :
  • Instagram @ribkabudiman.o.s
Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

VIVA – Pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dengan kekasihnya, Bobby Nasution, akan berlangsung besok, Rabu, 8 November 2017. Sejak kemarin, beberapa rangkaian acara pernikahan sudah dilakukan.

Beberapa yang sudah dilakukan adalah prosesi wilujengan kenduri, atau yang akrab terdengar dengan selamatan yang sudah digelar di kediaman pribadi Jokowi di Jalan Kutai Utara Sumber, Banjar Sari, Surakarta, Jawa Tengah.

Proses berikutnya adalah proses pemasangan bleketepe, siraman dan sadeyan dawet. Pemasangan bleketepe sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi, bersama ibu negara, Iriana dan putranya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang, yang juga dilakukan di kediaman pribadi Jokowi, Selasa pagi, 7 November 2017.

Prosesi adat dilanjutkan oleh proses siraman. Seperti dilansir dari Wikipedia, dalam adat Jawa, siraman berasal dari kata dasar ‘siram’, yang berarti mandi. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang memiliki arti membersihkan diri agar menjadi suci dan murni.

Biasanya saat melakukan prosesi siraman terdapat petuah-petuah dan doa-doa. Namun, untuk menjaga kesehatan calon pengantin supaya tidak kedinginan, maka ditetapkan tujuh orang yang memandikan.

Angka tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu atau pitulung, artinya pertolongan. Upacara siraman ini diakhiri oleh juru rias yang memecah kendi dari tanah liat.

Prosesi siraman yang dilakukan oleh putri dari orang nomor satu di Indonesia ini berlangsung dengan sakral dan tertutup, serta hanya dihadiri oleh keluarga kedua mempelai. (ren)