Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 18:46 WIB
  • Cucuk Lampah, Si Penolak Bala Pengantin Jawa

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Ayu Utami Paramitha
Cucuk Lampah, Si Penolak Bala Pengantin Jawa
Photo :
  • tvOne
Kahiyang Ayu dan Bobby.

VIVA – Putri tercinta Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu telah resmi dinikahi oleh Bobby Nasution di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 8 Oktober 2017.

Setelah melakukan akad nikah yang khidmat, diiringi dengan prosesi adat upacara panggih, acara berikutnya adalah resepsi.

Tema yang dibawakan pada pernikahan anak orang nomor satu di Indonesia ini adalah Jawa klasik, dan salah satu yang menjadi ciri khas dari pernikahan dengan adat Jawa klasik adalah tariannya.

Dalam tradisi pernikahan adat Jawa terdapat pengiring pengantin yang disebut dengan cucuk lampah dan edan-edanan. Proses simbolik ini berlangsung pada saat pengantin dan barisan keluarga memasuki ruangan resepsi dan berjalan beriringan menuju pelaminan.

Menurut budayawan Sulistyo Tirtokusumo, tarian cucuk lampah atau pembuka jalan dilakukan oleh seorang penari pria yang mengarahkan pengantin menuju pelaminan.

Makna prosesi ini adalah penolak bala atau gangguan terhadap acara resepsi. Prosesi ini dilakukan di sepanjang jalur yang akan dilalui oleh pengantin. Tarian yang disuguhkan juga menjadi sebuah simbol tertentu.

"Tarian yang disuguhkan, menjadi simbol bahwa kedua mempelai merupakan raja, dan ratu pada hari itu," ucapnya.

Lebih lanjut, Sulis juga menjelaskan bahwa selain penolak bala, di balik tarian tersebut ada harapan-harapan dan doa untuk pengantin yang sedang berbahagia.

“Karena tarian pengiring pengantin ini lekat akan cita rasa daerah, karenanya dapat menjadi hiburan yang menarik bagi tamu, dan dapat menjadi pembelajaran budaya secara tidak langsung untuk para keluarga, dan tamu yang datang,” ujarnya lagi.