Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 20 November 2017 | 17:21 WIB
  • Keren, Kartunis 35 Negara Pamer Karya di Semarang

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Keren, Kartunis 35 Negara Pamer Karya di Semarang
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Pameran kartun internasional bertema tembakau di Semarang

VIVA – Sebanyak 35 negara mengikuti pameran kartun bertema tembakau di Kota Semarang, Jawa Tengah. Ajang pamer kartun bertaraf internasional itu berlangsung selama dua hari sejak 20-21 November 2017.

Berlokasi di Wisma Perdamaian Semarang, pameran kartun tembakau bertajuk "International Tobacco Cartoon Exhibition 2017" sudah mendapatkan antusiasme masyarakat. Apalagi karya kartun yang ditampilkan cukup elegan.

Abdul Arif, selaku Ketua Penyelenggara pameran mengatakan, pameran kartun tembakau merupakan serangkaian kegiatan peringatan World Tobacco Grower's Day 2017. Ajang ini  diselenggarakan oleh Gold Pencil bekerjasama dengan  Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) dan Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) Jawa Tengah.

"Total 100 kartun tema petani tembakau yang dipamerkan. Karya itu merupakan hasil seleksi dari 609 karya dari 350 kartunis dari 35 negara yang diterima panitia," ujar Arif kepada VIVA, Senin, 20 November 2017.

Menurut Arif, karya yang dipamerkan dalam ajang ini telah melalui seleksi ketat. Terutama menyangkut tema pameran yang mengangkat tentang selamatkan petani tembakau.

"Penerimaan karya sudah sejak 28 Oktober-12 november 2017. Pengumuman kita kirim ke web-web kartun jaringan besar di luar negeri," ujarnya.

 Pameran kartun internasional bertema tembakau di Semarang

Adapun seleksi karya pameran melibatkan kartunis senior Semarang, Jitet Koestana dan Suratno. Kebanyakan karya yang masuk merupakan karya berkualitas. Salah satunya, fenomena anak-anak SMP yang ikut masuk seleksi.

"Mereka menyajikan tema petani tembakau dalam kemasan kartun yang cerdas. Padahal masih belia," katanya.

Selain menentukan 100 karya pilihan, pameran kartun tembakau kali ini juga merilis 10 kartunis dengan karya terbaik. Mereka yaitu Vikram Nayak (India), Alexander Dubovsky (Ukraina), Oleksy Kustovsky (Ukraina), Musa Gumus (Turki), Luka Lagator (Montenegro), Arturo Rosas (Mexico), Lintang Dwi Pudyastuti (Indonesia), Jajak Ary Nugroho (Indonesia), Dien Yodha (Indonesia), dan Achmad Cholid (Indonesia).

Jitet Koestana selaku dewan juri menyebut, salah satu karya kartunis luar negeri yang dinilai cukup berkualitas adalah asal Turki, yakni Musa Gumus. 

"Dalam karyanya petani menanam tembakau dengan hati, ada sosok berjas hitam menyirami petani dengan racun," katanya.

 Pameran kartun internasional bertema tembakau di Semarang

Ada juga ide di luar dugaan, yaitu tembakau ternyata lebih berharga daripada emas, serta beberapa karya lain yang berisi kritik terhadap fenomena anti tembakau dalam skala nasional. 

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno mengatakan, peringatan petani tembakau dunia mustinya diperingati setiap 29 Oktober. Biasanya dimeriahkan dengan pawai budaya. Tahun lalu kita mobilisasi petani tembakau hingga ribuan. Di tahun ini salah satunya International Tobacco Cartoon Exhibition 2017.  

"Saya lihat ini menarik dan menggelitik. Karya ini akan kami bawa ke dunia internasional. Petani Indonesia adalah bagian dari International Tobacco Growers Association," katanya.