Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 23 November 2017 | 17:39 WIB
  • Tak Hanya Mengajar, Guru Juga Harus Pandai Keuangan

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Adinda Permatasari
Tak Hanya Mengajar, Guru Juga Harus Pandai Keuangan
Photo :
  • VIVA.co.id/Adinda Permatasari
Seminar dan talkshow bertajuk 'Guruku Cerdas, Guruku Berkarakter'.

VIVA – Guru merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan, di mana guru yang ikut membentuk karakter, kualitas moral, serta kemampuan akademis peserta didik. Namun, di zaman yang semakin modern seperti sekarang, tentu guru juga dituntut untuk terus mengembangkan diri, agar sesuai dengan perubahan pola mengajar saat ini.

Sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas guru-guru di Indonesia, Permata Bank membuat program Guruku Permataku. Ini merupakan program pengembangan dan pelatihan para guru mulai dari PAUD/TK, SD hingga SMA.

Di tahun keenam, program Guruku Permataku mengajak 150 guru untuk mengikuti seminar mengenai bagaimana menjadi guru yang cerdas dan berkarakter, serta workshop literasi keuangan.
 
"Tahun ini kami juga meluncurkan program baru untuk komunitas disabilitas. Karena itu, kami juga melibatkan guru-guru SLB," ujar Richele Maramis, direktur Permata Bank, saat ditemui di kantor Permata Bank, Jakarta, Kamis, 23 November 2017.

Tak hanya membentuk tenaga pengajar yang berkualitas dan mengikuti zaman, program ini juga memberikan pendidikan literasi keuangan bagi para guru.

"Pendidikan literasi keuangan itu penting supaya guru juga mengetahui, dengan menabung itu membuat investasi uang kita lebih terjamin dan bisa menyumbang ekonomi,” ucapnya.

Selain itu, dengan pendidikan literasi keuangan ini, guru juga bisa mengerti bagaimana membuat satu langkah kecil yang bisa berdampak pada ekonomi. Guru juga bisa mengatur bagaimana mengelola keuangannya, berapa yang harus dialokasikan untuk biaya pendidikan, kebutuhan sehari-hari, dan kebutuhan untuk dirinya.

"Tujuan kita adalah berdasarkan yang disampaikan Kementerian Pendidikan dan OJK, untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tahun 2019 menjadi 75 persen," kata Richele.

Saat ini, inklusi keuangan baru mencapai tiga persen. Jadi, kata Richele, butuh banyak pihak untuk menyumbangkan kontribusi, sehingga masyarakat bisa cerdas kelola keuangan untuk investasi.

  • Tips untuk Generasi Milenial yang Galau Mau Investasi
    Tips untuk Generasi Milenial yang Galau Mau Investasi
  • Orang-orang yang Tepat untuk Curhat Masalah Keuangan
    Orang-orang yang Tepat untuk Curhat Masalah Keuangan
  • Hindari Kebiasaan Ini agar Tak Boros Belanja di Mini Market
    Hindari Kebiasaan Ini agar Tak Boros Belanja di Mini Market
  • Galau Saat Kerabat Mau Pinjam Uang? Ini Solusinya
    Galau Saat Kerabat Mau Pinjam Uang? Ini Solusinya
  • Tips agar Gaji Tiap Bulan Tak Hanya Numpang Lewat
    Tips agar Gaji Tiap Bulan Tak Hanya Numpang Lewat
  • Biaya Bangun Rumah Bengkak, Ini Biang Keladinya
    Biaya Bangun Rumah Bengkak, Ini Biang Keladinya