Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 24 November 2017 | 06:00 WIB
  • Makna di Balik Pemotongan Kerbau di Ngunduh Mantu Kahiyang

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Putri Firdaus
Makna di Balik Pemotongan Kerbau di Ngunduh Mantu Kahiyang
Photo :
  • Instagram @allseasonsphoto
Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

VIVA – Prosesi ngunduh mantu putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution dilaksanakan mulai Jumat pagi, 24 November 2017 di kediaman keluarga mempelai pria, Kompleks Setia Budi Indah, Medan, Sumatera Utara.

Sekitar 15 prosesi adat dijalani  dua pengantin baru ini. Manalpokhon Lahan ni Horja adalah rangkaian pertama yang akan mengawali prosesi ini. Prosesi adat tersebut ditandai dengan menyembelih satu ekor kerbau dengan disaksikan oleh ketua adat.

Menurut berbagai sumber, pemotongan kepala kerbau adalah simbol kebesaran adat Batak Mandailing. Nantinya, kepala kerbau yang menjadi lambang tertinggi kebesaran adar Batak ini akan dipasang di depan rumah Bobby. Prosesi itu dilakukan untuk menyuarakan kepada sanak saudara dan handai taulan adanya acara pernikahan yang akan berlangsung sebentar lagi.

Setelah pemotongan kerbau, dilanjutkan dengan Manortor (menari Tor-tor) oleh pihak tuan rumah.

Dalam adat Batak Mandailing, prosesi Manalpokhon Lahan ni Horja seringkali juga diikuti dengan prosesi lain, yakni Mangalehen Mangan, yang berarti pemberian makan terakhir, dinamakan Upah-upah. Ini adalah makanan besar Tapanuli Selatan yang biasa diadakan di acara spesial.

Seperti tumpeng dalam adat Jawa, Upah-upah bermakna sebagai pemberian makan terakhir dari kedua orang tua diikuti pemberian nasihat-nasihat.