Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 26 November 2017 | 17:38 WIB
  • Pernikahan Bobby-Kahiyang dan Festival Budaya Nasional

  • Oleh
    • Finalia Kodrati,
    • Putra Nasution (Medan)
Pernikahan Bobby-Kahiyang dan Festival Budaya Nasional
Photo :
  • YouTube
Resepsi Pernikahan Kahiyang Ayu & Bobby Nasution

VIVA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy menyebutkan pernikahan Muhammad Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu, syarat dengan makna kebudayaan leluhur yang tetap harus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda saat ini.

Muhajir mengatakan rangkaian acara pernikahan yang dilakukan Bobby dan Kahiyang dari pemberian marga, pesta adat, hingga kirab budaya, ada pelajaran budaya yang harus diperkenalkan kepada publik.

"Pak Presiden sudah memulai memberi contoh, bagaimana kita harus menggali, bagaimana kita bisa mengangkat nilai-nilai luhur kebudayaan kita. Karena ini bukan hanya menjadi perhatian kita di dalam negeri saja tapi juga menjadi perhatian dunia," ujar Muhajir, usai menghadari pernikahan Bobby dan Kahiyang di Medan, Minggu, 25 November 2017.

Ia hadir dalam pelaksanaan kirab budaya dan mengamati serangkaian acara, yang digelar ke diamanan Bobby Nasution di Perumahan Bukit Hijau Regency, Taman Setiabudi Indah, Medan. Pernikahan ini, keseluruhan menampilkan kebudayan, sudah dipastikan pesta kebudayaan bagi Indonesia.

"Ini sedang kita galakkan memang, dengan disahkannya undang-undang tentang kemajuan kebudayaan No 5 Tahun 2017, sekarang sudah ada payung hukum yang kuat untuk mendanai, men-support, mendukung berbagai macam festival budaya. Dulu belum ada undang-undangnya, sudah 72 tahun kita belum punya. Baru sekarang ada," ujarnya.

Dari aspek pendidikan, lanjut Muhajir, mereka juga sudah menjadikan pendidikan kebudayaan sebagai bagian dari kurikulum kepada para siswa. Pendidikan kebudayaan menjadi bagian dari muatan lokal lewat program pendidikan karakter.

"Menggalakkan pendidikan kebudayaan di sekolah, pasti. Kita ingin mengkapitalisasi nilai-nilai budaya kita. Bagaimana lewat pendidikan karakter, kita mengejawantahkan atau mengaktualisasikan keunggulan, kearifan dan kecerdasan lokal menjadi modal pembangunan," katanya.