Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 05:53 WIB
  • Bule Ini Seberangi Samudera Atlantik Berbekal Makanan Basi

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Putri Firdaus
Bule Ini Seberangi Samudera Atlantik Berbekal Makanan Basi
Photo :
  • Pixabay/lightluna94
Ilustrasi beras/nasi.

VIVA – Seorang pria asal Prancis bersepeda menyeberangi Samudera Atlantik dengan berbekal makanan basi. Ini dilakukan oleh pria bernama Baptiste Dubanchet untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai limbah makanan.

Dilansir dari Daily Meal, Selasa, 28 November 2017, Dubanchet mengayuh sepedanya dari Paris ke New York, Amerika Serikat. Asupan energi pria berusaha 29 tahun ini hanya berasal dari makanan yang sudah basi atau kedaluwarsa.

Pada Januari 2017, ia berangkat dari Paris menuju Spanyol hingga Maroko. Ia memperkirakan bahwa setiap hari ia menempuh jarak 64 hingga 120 kilometer dengan sepeda.

Setibanya di Maroko, Dubanchet mengganti sepedanya dengan perahu pedal (pedal boat) dan mulai menyeberangi Samudra Atlantik. Lagi, ia masih membawa makanan kedaluwarsa sebagai bekal.

Bukan jarak sehari dua hari dari tanggal kedaluwarsa, di antara makanan basi tersebut terdapat madu yang sudah berusia 50 tahun, lentil yang sudah berusia 10 tahun, hingga beras dari enam tahun lalu.

Dubanchet berada dalam perahu tersebut selama 91 hari. Jujur, ia mengaku hidupnya dalam bahaya, namun bukan karena makanan. Didekati paus, mesin rusak dan jam tidur yang kurang guna menghindari benturan adalah tantangan yang nyata buatnya.

"Seekor paus raksasa mendekati. Ukurannya dua kali lebih besar dari perahuku. Ia bisa saja membalikkan atau menghancurkan perahu ini. Menyeramkan," kenangnya.

Setibanya di Miami, ia kembali mengayuh sepeda menuju New York. Bersepeda dianggap lebih mudah dan nyaman karena ia merasa tak sendiri ketimbang berhari-hari di atas kapal seorang diri saja.

"Proyek ini merupakan salah satu upaya mencari solusi dan menghentikan limbah makanan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Makanan segar sebaiknya di-freeze-dried ketimbang harus dibuang," kata dia.

“Makanan kering seharusnya tidak perlu dibuang saat kita tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Orang akan menyimpannya sampai habis,” ucapnya.

Dubanchet berharap perjalanan ekstrem penuh tantangan berbekal makanan kedaluwarsa ini dapat menyadarkan orang bahwa jutaan ton makanan di dunia terbuang sia-sia setiap harinya. (ase)