Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 18:33 WIB
  • Dua Kali Ditolak Masuk SD, Kini Pria Difabel Ini Jadi CEO

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Diza Liane Sahputri
Dua Kali Ditolak Masuk SD, Kini Pria Difabel Ini Jadi CEO
Photo :
  • Viva.co.id/Diza Liane
Triyono, pria difabel yang sukses jadi CEO

VIVA – Triyono, pria dengan difabel fisik yakni cacat pada bagian kaki, sempat merasakan diskriminasi dari kondisinya. Namun, siapa sangka, dia kini menjadi founder dari DIFA City Tour Ojek Online Jogja.

Triyono kecil, lahir dengan normal pada 35 tahun yang lalu. Sayang, diusia 3 tahun, harus mengalami kemunduran pada kakinya. Ia kini tidak lagi memiliki kaki kiri seperti orang normal lainnya.

"Pas umur 6 tahun, ditolak masuk SD sampai dua kali. Saya ditolak karena cacat, akhirnya masuk SLB dan mampu selesaikan sekolah hingga bangku 3 SD hanya dalam setahun, bukan sombong loh ya," ujar Triyono sambil tertawa, dalam acara Inspiring Talks Allianz, di SCBD, Jakarta, Kamis 30 November 2017.

Memasuki masa kuliah, Triyono lagi-lagi menorehkan prestasi dengan mencapai NEM tertinggi. Dari situ, ia mencoba mengeksplorasi diri. Ia mulai memikirkan apa manfaat dirinya untuk masyarakat luas.

"Begitu lulus, saya ingin jadi diri saya sendiri, gak mau kerja sama orang lain. Saya mulai memikirkan cara teman-teman saya yang juga difabel untuk bisa mengembangkan diri tanpa diskriminasi," ungkapnya.

Menurutnya, edukasi menjadi kunci membuka peluang bagi kelompok difabel untuk bisa mengembangkan diri. Dari situ, ia mulai terpikir membuka fasilitas transportasi bagi penyandang difabel dan dikendarai oleh mereka yang juga difabel.

"Saya mencoba kreasikan DIFA, diambil dari kata Difabel. Mulai bangun karakter pengemudinya yang juga difabel dengan kursus bahasa inggris, berpenampilan baik dan komunikasi tepat. Kita latih mereka berpakaian sepantasnya," jelasnya.

Triyono mulai membangun satu ojek online untuk pengemudi difabel yang hingga kini telah berjumlah 18 motor khusus difabel. Ia berharap, bisnisnya ini bisa menjadi wadah pengembangan diri serta fasilitas bagi para kelompok difabel di seluruh indonesia.

"Harapannya semua kelompok difabel bisa menikmati transport dengan motor DIFA ini. Selain itu, penyandang difabel di seluruh indonesia juga bisa mengembangkan diri dengan mengemudikan motor khusus ini."